View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbandingan metode pengujian kebutuhan oksigen kimiawi dalam air: metode standar AWWA, modifikasi, dan HACH dengan spektrofotometri sinar tampak

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.184Mb)
      Date
      2004
      Author
      Handayani, Yulia
      Sutriah, Komar
      Rohmah, Siti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) merupakan salah satu parameter yang menunjukkan kadar bahan organik dalam menentukan kualitas air. KOK didefinisikan sebagai jumlah oksigen (mg O₂) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik dalam satu liter contoh air. Metode spektrofotometri sinar tampak merupakan salah satu pilihan metode baku dalam penentuan KOK. Untuk analisis di dalam suatu laboratorium, suatu metode baku perlu dikaji untuk mengetahui kemampuan metode yang bersangkutan. Metode standar AWWA, modifikasi, dan HACH merupakan suatu metode analisis dalam penentuan KOK yang menggunakan teknik spektrofotometri. Perbedaan dari ketiga metode tersebut terletak pada komposisi pereaksi yang digunakan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis KOK terhadap contoh dengan menggunakan ketiga metode analisis tersebut untuk menentukan apakah ketepatan dan ketelitian ketiga metode tersebut berbeda atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan analisis KOK konsentrasi tinggi antara tiga metode yaitu standar AWWA, modifikasi, dan HACH. Prinsip dari ketiga metode ini adalah bahan organik dioksidasi oleh oksidator kuat K₂Cr₂O, berlebih dalam keadaan asam dengan menggunakan Ag₂SO₄ sebagai katalis, kemudian direfluks dengan menggunakan alat KOK reaktor pada suhu 150°C selama 2 jam, sisa K2Cr2O, diukur dengan spektrofotometer sinar tampak. Dari penelitian yang telah dilakukan ternyata nilai KOK dari beberapa contoh tidak berbeda nyata walaupun menggunakan metode yang berbeda. Metode standar AWWA, modifikasi, dan HACH dapat menentukan nilai KOK pada kisaran 50-400 mg/L dan memberikan perolehan kembali cukup besar, yaitu lebih dari 95%. Gangguan ion klorida kurang dari 2000 mg/L tidak mempengaruhi nilai KOK dilihat dari hasil perolehan kembali yang berkisar 101,12-101,94%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132749
      Collections
      • UT - Chemistry [2295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository