Efektivitas Teknologi Iradiasi Terhadap Cemaran Mikroorganisme pada Vanili (Vanilla planifolia A.) Hasil Proses Curing
Date
2023-12-02Author
Handayani, Yossi
Budiastra, I Wayan
Ahmad, Usman
Metadata
Show full item recordAbstract
Vanili merupakan komoditas andalan bagi devisa negara. Vanili yang diekspor
diperoleh melalui proses curing dengan tahapan pelayuan, pemeraman, pengeringan
dan penyimpanan. Vanili mudah tercemar mikroorganisme saat tahap pengeringan
maupun tahap penuaan. Vanili umumnya disimpan untuk tahap penuaan/fermentasi
selama 2-6 bulan sebelum diekspor. Standar mutu vanili masih memiliki kadar air
tinggi sebesar 25-38% berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun,
penyimpanan pada kadar air relatif tinggi ini dapat memicu pertumbuhan mikrob.
Teknologi iradiasi dapat diterapkan untuk membunuh mikrob pada vanili yang akan
diekspor. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas iradiasi sinar gamma
terhadap cemaran mikrobiologi vanili hasil curing dari metode pengeringan yang
berbeda serta menentukan dosis iradiasi optimum untuk mematikan cemaran mikrob
dengan mutu masih dapat diterima oleh konsumen.
Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2022 sampai dengan Februari
2023, bertempat di Laboratorium Siswadi Soepardjo leuwikopo, IPB; Laboratorium
Iradiasi dan Instrumentasi, BRIN. Rancangan percobaan yang digunakan adalah
rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah
dosis iradiasi terdiri atas tiga taraf yaitu 10 kGy, 15 kGy dan 30 kGy dan tanpa iradiasi
(0 kGy) sebagai kontrol. Faktor kedua adalah bahan baku vanili hasil curing terdiri atas
tiga taraf yaitu vanili curing dengan pengering efek rumah kaca (ERK) tanpa peram
lanjut, vanili curing dengan pengering ERK dengan peram lanjut empat malam serta
vanili curing hasil penjemuran petani. Pemberian iradiasi dilakukan pada sampel
dalam kemasan setelah tahap penyimpanan selama dua bulan. Pengujian parameter
mutu dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan iradiasi pada sampel. Parameter mutu
yang diamati adalah mikrobiologi (total plate count/TPC dan angka kapang
khamir/AKK), mutu kimia (kadar air serta kadar vanillin), mutu fisik (warna L*,
chroma serta susut bobot) dan uji organoleptik (atribut warna dan aroma).
Setelah penyimpanan selama dua bulan nilai TPC dan AKK pada vanili curing
penjemuran petani dan pengering ERK tanpa peram lanjut sudah melewati batas
maksimum yang disyaratkan SNI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Vanili curing dengan pengering ERK peram lanjut empat malam memiliki nilai TPC
masih memenuhi SNI dan BPOM namun tidak untuk nilai AKK. Penggunaan iradiasi
gamma dengan dosis 10 kGy ditemukan efektif untuk mereduksi nilai TPC dan AKK
hingga sesuai SNI dan BPOM pada vanili hasil curing pengering ERK tanpa peram
maupun peram lanjut empat malam. Vanili curing penjemuran petani membutuhkan
dosis lebih tinggi yakni 15 kGy untuk mengurangi cemaran. Dosis 10 kGy efektif
untuk mereduksi kapang <10 cfu g-1
(tanpa cemaran) sedangkan dibutuhkan dosis 15-
30 kGy untuk mereduksi bakteri (TPC) dan khamir menjadi <10 cfu g-1
. Dosis iradiasi
10-30 kGy tidak menyebabkan perubahan pada susut bobot, kadar air dan kadar vanilin
sehingga mutu terutama aroma vanili masih baik. Iradiasi menyebabkan terjadinya
peningkatan nilai L* dan chroma. Namun, hasil uji organoleptik terhadap hedonik
warna vanili tidak berubah, hingga dosis 30 kGy masih pada skala 4 (agak suka).
Terjadi peningkatan hedonik aroma vanili yang semula pada skala 3 (agak tidak suka)
menjadi skala 4 (agak suka) setelah iradiasi hingga dosis 30 kGy.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
