Analisis Sistem dan Efisiensi Tataniaga Komoditas Pepaya Sayur (Studi Kasus Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogar, Propinsi Jawa Barat)
Abstract
Pepaya ( Carica papaya L) merupakan salah satu buah unggulan nasional yang
memberikan kontribusi sebesar 18,34 persen terhadap total konsumsi buah nasional
pada tahun 1999. Disisi lain, selama tahun 1999-2003 produksi pepaya cenderung
meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 4,43 persen per tahun. Peningkatan
produksi pepaya disebabkan semakin tertariknya petani unu.ik mengusahakan lahan
pertaniannya dengan komoditas pepaya sayur. Alasan petani untuk menjadikan pepaya
sayur sebagai komoditas pertaniannya adalah karena besamya respon masyarakat
terhadap pepaya sayur, sistem budidaya pepaya sayur yang relatif mudah, pepaya sayur
dapat dipanen setiap saat serta sisterc. tataniaga pepaya sayur yang memadai. Oleh
karena itu, pengembangan komoditas pepaya khususnya pepaya sayur penting untuk
dilakukan.
Sistem tataniaga produk pertanian Indonesia masih mengalami kelemahan berupa saluran tataniaga yang panjang. Sehingga harga yang diterima petani jauh lebih
rendah dengan harga di tingkat konsurnen. Berdasarkan kenyataan tersebut tujuan
penelitian ini adalah (1) menganalisis saluran tataniaga dan fungsi-:fungsi tataniaga
yang dilakukan oleh setiap lembaga tataniaga pepaya sayur Desa Sukamaju, (2)
menganalisis struktur dan perilaku pasar yang dihadapi oleh pepaya sayur produksi
Desa Sukamaju serta (3) menganalisis efisiensi tataniaga pepaya sayur Desa Sukamaju
dilihat dari segi operasional dan harga.
Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (pwposive ). Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2005. Metode penelitian yang dipergunakan untuk mengidentifikasi saluran tataniaga pepaya sayur di Desa Sukamaju adalah melalui penelusuran terhadap saluran tataniaga mulai dari · petani, pedagang pengumpul, pedagang grosir sampai ke pedagang pengecer. Responden yang dipilih meliputi petani dan lembaga-lembaga tataniaga yang terlibat. Penarikan sampel petani dilakukan secara sengaja, yaitu petani yang sedang memproduksi atau meajual pepaya sayur pada saat penelitian dilakukan. Metode penentuan sampel pedagang dilakukan secara sengaja yaitu pedagang yang telah berpengalaman dan menguasai sistem tataniaga papaya sayur di lokasi penelitian. Pada saat penelitian dilakukan jurnlah petani responden pepaya sayur sebanyak 30 orang dan jumlah pedagang responden sebanyak 24 orang.
Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif.
Analisis kualitatif bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga, struktur pasar serta perilaku pasar. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan
untuk menganalisis marjin tataniaga,fanner 's share serta rasio keuntungan dan biaya.
Saluran tataniaga di Desa Sukamaju terdiri dari tiga buah saluran tataniaga
yaitu saluran tataniaga 1 (Petani --> Pedagang Pengumpul --> Pedagang Grosir -->
Pedagang Pengecer --> Konsumen), saluran tataniaga 2 (Petani --> Pedagang
Pengumpul --> Pedagang Pengecer -->Konsumen) dan saluran tataniaga 3 (Petani-->
Pedagang Pengecer --> Konsumen). Saluran tataniaga satu merupakap. saluran
tataniaga pepaya sayur terpanjang dan digunakan oleh 6,04 persen dari total petani
responden. Sedangkan saluran tataniaga dua merupakan saluran tataniaga digunakan..dst
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
