Struktur komunitas makrrozoobenthos sebagai indikator perubahan kualitas perairan di Kali Surabaya
View/ Open
Date
1998Author
Soekardji, Moch
Setyobudiandi, Isdradjad
Prartono, Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan di segala sektor,
menyebabkan produksi limbah industri dan domestik akan semakin meningkat. Hal ini tentunya
berpengaruh terhadap kondisi Kali Surabaya. Perubahan kondisi perairan sungai akibat beban
masukan limbah menyebabkan menghilangnya beberapa organisme diantaranya makrozoobenthos.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi perairan Kali Surabaya, dengan mengetahui
struktur komunitas makrozoobenthos dan kemungkinan adanya gangguan seperti pencemaran perairan terhadap komunitas makrozoobenthos melalui penerapan Kurva Perbandingan Kelimpahan-Biomas (Kurva ABC).
Penelitian dilakukan di ruas-ruas Kali Surabaya sepanjang kurang lebih 37 km pada bulan April
sampai Mei 1998. Stasiun penelitian ditentukan secara sistematik. Lokasi penelitian dibagi menjadi
sebelas stasiun pengamatan. Untuk mengetahuI kondisi struktur komunitas makrozoobenthos maka
dilakukan analisis komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks
dominansi. Tingkat pencemaran perairan diduga dengan analisis Kurva ABC (Abundance and Biomass
Comparisson) dan lndeks Mutu Lingkungan (IML) perairan.
Makrozoobenthos yang didapatkan di lokasi penelitian terdiri alas empat kelas yaitu Gastropoda,
Pelecypoda, Oligochaeta dan Diptera. Komposisi makrozoobenthos yang didapatkan mengalami
perubahan yang ekstrim dengan komposisi kelas Oligochaeta merupakan kelas biota yang dominan.
Kepadatan makrozoobenthos mengalami variasi dari St. I (hulu) menuju St. XI (hilir). Nilai indeks
keanekaragaman menunjukkan keanekaragaman yang rendah kecuali pada St. Ill, IV dan VIII. Nilai
indeks keseragaman juga menunjukkan nilai yang cukup bervariasi kecuali pada St. I dan XI hanya
didapatkan satu jenis. Sedangkan nilai indeks dominansi sebagian besar mendekati nilai 1, dengan
demikian hampir semua stasiun pengamatan terjadi dominansi organisme. Berdasarkan nilai-nilai
indeks tersebut maka diperkirakan ruas-ruas kali Surabaya mengalami gangguan lingkungan
berupa pencemaran. Hasil analisis perbandingan kelimpahan-biomass (Kurva ABC) menunjukkan bahwa perairan Kali Surabaya sebagian besar telah tercemar, kecuali St. VII termasuk dalam kriteria agak tercemar.
