Model simulasi dinamika nitrogen pada pertanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Abstract
Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kandungan nitrogen dalam tanah dan tanaman kelapa sawit dan menyusun model simulasi dinamika nitrogen pada pertanaman kelapa sawit yang diharapkan dapat dijadikan alat bantu dalam menajemen budidaya kelapa sawit. Jumlah nitrat (NO3) dalam tanah dipengaruhi oleh kandungan air tanah, yang merupakan hasil interaksi dari curah hujan sebagai input air serta radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin yang mempengaruhi laju evapotranspirasi (ET). Kandungan air tanah yang tinggi mendorong laju amonifikasi dan nitrifikasi yang meningkatkan jumlah nitrogen mineral dalam tanah. NO dalam tanah bersifat labil, mudah terangkut bersama air perkolasi atau melalui aliran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan NO3 pada kedalaman 40 - 80 cm (pada tiga perlakuan pupuk nitrogen) lebih tinggi dibandingkan kandungan NO, pada kedalaman 0-40 cm dan 80-120 cm, hal ini mengindikasikan telah terjadi pemindahan sejumlah NO3 dari kedalaman 0-40 cm ke kedalaman 40- 30 cm melalui air perkolasi.
Konsentrasi nitrogen pada organ tanaman menunjukkan pola yang khas untuk tiap organ tanaman. Konsentrasi nitrogen pada organ daun dan akar memiliki pola yang menurun selama periode penelitian. Sifat genetik dan kemampuan tanaman menyerap nitrogen menentukan konsentrasi nitrogen pada organ tanaman. Konsentrasi nitrogen pada batang selama penelitian meningkat pada periode Januari -Mei dan mulai turun pada bulan Agustus. Laju transpirasi mempengaruhi laju penyerapan nitrogen oleh tanaman melalui aliran massa (mass flow). Pada saat air bukan merupakan faktor pembatas, laju transpirasi
dan laju penyerapan nitrogen melalui aliran massa mencapai nilai maksimum. Nitrogen diserap tanaman kelapa sawit dalam bentuk NO, dan dibagikan keseluruh organ tanaman. Hasil penelitian menunjukkan nitrogen pada perlakuan pupuk standar (1.38 kg N pohon tahun) dibagikan pada organ tanaman berdasarkan proporsi sebagai berikut: 2 % organ buah, 49 % organ daun, 26% organ batang dan 23 % untuk organ akar.
Pengujian terhadap model yang disusun dengan menggunakan uji-/ memberikan dugaan nilai yang tidak berbeda nyata pada perlakuan nitrogen 0 kg N pohon tahun dan pupuk nitrogen standar (1.38 kg N pohon tahun), hal ini menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan proses perubahan nitrogen pada tanah dan tanaman kelapa sawit pada perlakuan pupuk standar. Keterbatasan model dalam menjelaskan proses secara menyeluruh ditunjukkan oleh hasil uji statistik pada perlakuan 2.76 kg N pohon tahun yang berbeda nyata terhadap kontrol.
