Pemantauan kualitas air interstitial (Intersticial Water) di Sungai Cikaniki setelah menerima buangan air limbah terolah PT.Aneka Tambang (Persero) Tbk. Unit Pertambangan emas pongkor kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
1998Author
Nurviani, Evin
Kusumastanto, Tridoyo
Rahardjo, M.F.
Metadata
Show full item recordAbstract
Bagian hulu dari Sungai Cikaniki melintasi kawasan pertambangan emas yang dikelola oleh PT. Aneka
Tambang (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Emas Pongkor. Hadirnya PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Emas Pongkor dikhawatirkan dapat membawa perubahan lingkungan terutama dari masukan bahan kontaminan seperfi sianida dan TSS ke Sungai Cikaniki. Selain itu tata guna lahan di sekitar Sungai Cikaniki digunakan untuk penambangan pasir, penambangan emas tanpa ijin beserta pendulangannya, pesawahan serta pemukiman penduduk. Oleh karena itu penelitian ini dimaksudkan sebagai bagian dari usaha pemantauan kualitas air di Sungai Cikaniki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perubahan kualitas air intersfifial
sepanjang S.Cikaniki (secara horizontal) setelah menerima buangan limbah cair terolah PT. Aneka
Tambang (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Emas Pongkor serta untuk mengetahui kualitas air
intestitial (secara verfikal) pada kedalaman yang berbeda dalam kaitannya dengan adanya buangan
limbah olahan PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Emas Pongkor.
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 1998. Pengambilan contoh air intersfifial secara horizontal dilakukan dengan membuat lubang di dasar sungai sampai kedalaman 20 cm. Selanjutnya menancapkan paralon berdiameter 2 inch yang terlebih dahulu dilubangi beberapa buah. Sedangkan pengambilan contoh air interstitial secara verfikal di S. Cikaret (anak S.Cikaniki) dilakukan dengan membuat lubang dengan kedalaman 20 cm, 40 cm dan 60 cm di dasar sungai. Setelah selesai, pengambilan contoh air interstitial dapat dilakukan. Analisa data untuk kualitas air interstitial secara verfikal adalah dengan rancangan acak lengkap, sedangkan untuk mencari indikator biologi digunakan analisa nodul. Pengambilan benthos dilakukan 4 kali ulangan menggunakan paralon berdiameter 2 inch. Parameter fisika-kimia yang diukur adalah suhu, lebar sungai, kedalaman, kecepatan arus permukaan, OHL, TSS, kekeruhan, kedalaman rata-rata, pH, DO, COD, CN.
