Pengembangan teknologi pembuatan papan semen partikel
Abstract
Papan semen partikel adalah papan tiruan yang terbuat dari campuran partikel kayu atau bahan berlignoselulosa lainnya dengan semen sebagai perekatnya (Sutigno. et. el, 1977). Semen sebagai bahan pengikat merupakan bagian dominan dari keseluruhan bahan pembuatan papan semen partikel. Perbandingan antara partikel dan semen menurut, Bison (1975) adalah sekitar 1,00 2,75. Kayu hanya menyusun kira-kira 25% produk menurut berat dan kurang dari 10% biaya bahan yang menjadikan papan ini (Haygreen can Bowyer, 1989). Hal ini perlu diupayakan pengurangan penggunaan semen tanpa menurunkan kualitas papan semen partikel yang dibuat. Penggunaan zeolit sebagai bahan substitusi sebagian semen merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan.
Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi semen dengan zeolit serta CaCl, sebagai setting accelerator terhadap suhu hidrasi semen dan sifat fisis mekanis dari papan semen partikel. Bahan yang digunakan adalah Acacia mangium Willd, semen Portland tipe I merk Tiga Roda, Zeolit, katalis Calcium chloride (CaCl2). Adonan pembuatan papan semen partikel terdiri dari semen, air dan partikel dengan perbandingan 2,5 1,25 1,0 dan ditambah dengan CaCl2 sebagai setting accelerator sebanyak 3% dari Berat semen. Taraf substitusi sebagian semen dalam penelitian adalah 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%.
Suhu hidrasi terjadi akibat reaksi eksotermik antara semen dan air. Nilainya
merupakan salah satu indikator kesesuain kayu sebagai bahan baku papan semen partikel.
Suhu dan waktu hidrasi dipengaruhi oleh zat ekstraktif sehingga zat ekstraktif dapat
menghambat pengerasan semen. Pengukuran suhu hidrasi mengacu pada metode
Hermawan (2001) dilakukan dengan menggunakan kotak styrene foam kedap udara
dimana kedalamannya dimasukan suatu wadah berisikan partikel, semen dan air dengan
perbandingan 1: 13.3: 6,65. Termokopel dimasukan lewat tutup kemudian ditutup rapat
agar tidak ada panas yang keluar dan dihubungkan dengan recorder, kenaikan suhu dicatat etiap jam terus-menerus selama 24 jam dalam periode tertentu suhu maksimum akan tercapai dan setelah suhu turun, suhu maksimum itulah yang dipakai sebagai ukuran suatu bahan bisa dipakai.
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
