View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perubahan sifat keasaman kayu nangka (artocarpus heterophyllus),MANII (maesopsis eminii)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (6.354Mb)
      Date
      2003
      Author
      Murwentianto, Benny
      Nawawi, Deded Sarip
      Priadi, Trisna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengeringan kayu seringkali diperlukan sebelum kayu digunakan sebagai bahan baku suatu produk. Dalam proses pengeringan kayu, temperatur pengeringan memegang peranan yang penting. Perlakuan panas pada kayu dapat meningkatkan pembentukan asam asetat dari hemiselulosa melalui degradasi ikatan asetil. Dengan demikian, sangat mungkin terjadi perubahan sifat keasaman selama pengeringan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur, lama pengeringan dan penurunan kadar air terhadap sifat keasaman beberapa jenis kayu. Jenis kayu yang diteliti adalah kayu nangka (Artocarpus heterophyllus), kayu manii (Maesopsis eminii) dan kayu sengon (Paraserianthes falcataria). Perlakuan yang diberikan adalah pengeringan dengan temperatur 28°C, 60°C dan 75°C, masing- masing selama 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 144 jam. Variabel yang diukur adalah nilai pH, kapasitas penyangga dan kadar air Ketiga jenis kayu yang diteliti memberikan respon yang berbeda terhadap pengeringan. Sidik ragam nilai pH ketiga jenis kayu yang diteliti menunjukkan bahwa interaksi faktor temperatur dan lama pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH pada tingkat kepercayaan 95%. Keasaman kayu meningkat seiring dengan bertambahnya temperatur dan lama pengeringan. Peningkatan keasaman ini dapat terjadi karena degradasi ikatan asetil pada hemiselulosa. Tingkat hidrolisis gugus asetil dipengaruhi oleh lama pengeringan. Tetapi, pada temperatur 28°C, tidak terlihat peningkatan keasaman kayu seiring bertambahnya lama pengeringan. Hal ini dapat pebabkan pada temperatur tersebut belum terjadi pembebasan asam-asam dan Kemungkinan adanya aktivitas janur yang dapat menetralisir asam-asam bebas yang hasilkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132022
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository