Peran ekstrak tempe pada masa prapubertas terhadap kinerja reproduksi tikus betina Rattus norvegicus
View/ Open
Date
2013Author
Muhiddin, ST Nurul Muslinah
Kusumorini, Nastiti
Satyaningtijas, Aryani Sismin
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekstrak tempe merupakan salah satu bentuk olahan kedelai yang mengandung fitoestrogen. Penelitian dilakukan untuk menganalisa potensi estrogenik tempe pada masa prapubertas terhadap kinerja reproduksi yang dilakukan menggunakan tikus (Rattus nonvergicus) betina berusia 21 hari. Tikus dibagi menjadi kelompok kontrol (tanpa diberi ekstrak tempe) dan kelompok perlakuan (diberi ekstrak tempe dengan dosis 6.25 g/kgBB). Pemberian ekstrak tempe dilakukan selama 28 hari. Pada umur 28, 42, dan 56 hari dilakukan pengambilan sampel ovarium, uterus dan darah. Parameter yang diamati adalah bobot badan, bobot ovarium, bobot uterus dan kadar hormon reproduksi berupa estrogen dan testosteron. Analisis data menggunakan metode Independent Samples T-Test dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bobot badan, bobot ovarium, dan bobot uterus kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol pada umur 42 hari. Pemberian fitoestrogen diduga dapat memberikan pengaruh berupa peningkatan estrogen dan testosteron yang terjadi pada umur 42 hari.
