View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Pendapatan Usahatani Kentang dan Kubis di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.027Mb)
      Date
      2012
      Author
      Ardayani, Auliya
      Muflikh, Yanti Nuraeni
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Desa Cikandang merupakan salah satu desa di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut yang memiliki potensi alam yang cocok untuk usahatani sayuran seperti kentang dan kubis. Kontribusi produktivitas kentang dan kubis di Desa Cikandang lebih besar bila dibandingkan dengan desa yang lain yaitu masing-masing sebesar 37,9 ton/ha dan 39,3 ton/ha. Dalam melakukan kegiatan usahatani kentang dan kubis, rata-rata petani melakukannya dengan cara merotasi tanaman. Petani beralasan bahwa dengan melakukan penanaman satu komoditas dalam satu lahan, diharapkan hasil yang diperoleh lebih optimal. Walaupun kentang dan kubis dapat tumbuh dengan baik di Desa Cikandang, petani masih dihadapkan dengan suatu kendala dan kendala ini tentu saja akan berdampak terhadap pendapatan petani. Kendala utama yang mendasar adalah skala usahatani. Rata-rata luasan lahan yang dimiliki petani sebagian besar adalah berlahan sempit yaitu < 0,5 ha. Selain itu, jumlah produksi yang dihasilkan terkadang mengalami penurunan akibat cuaca dan iklim yang ekstrim sehingga tanaman kentang dan kubis menjadi rentan terserang hama dan penyakit.Harga produk yang berlaku dipasaran merupakan salah satu kendala yang dihadapi petani. Harga yang berfluktuatif menyebabkan pendapatan petani tidak menentu. Selain itu, karakteristik petani (umur, pendidikan, pengalaman) merupakan salah satu kendala yang lainnya. Berbagai kendala tersebut diduga berdampak terhadap pendapatan petani sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalis keragaan usahatani kentang dan kubis di Desa Cikandang dan menganalisis pendapatan usahatani kentang dan kubis berdasarkan skala usahatani di Desa Cikandang. Alat analisis yang digunakan adalah analisis penerimaan, biaya, dan nilai R/C. Berdasarkan hasil penelitian kentang dan kubis di Desa Cikandang, hasil pendapatan petani pada usahatani kentang dan kubis menurut rata-rata luasan lahan 0,5 ha dan rata-rata luasan 1 ha, kedua usaha tersebut sama-sama memberikan keuntungan. Pendapatan kentang dan kubis yang diperoleh petani atas biaya tunai berdasarkan rata-rata luasan lahan 0,5 ha sebesar Rp 24.388.100,00 dan Rp 6.127.790,00 dan berdasarkan rata-rata luasan lahan 1 ha sebesar Rp 52.918.650,00 dan Rp 14.016.835,00. Pendapatan kentang dan kubis atas biaya total berdasarkan rata-rata luasan lahan 0,5 ha sebesar Rp 24.010.472,00 dan Rp 5.750.162,00 dan berdasarkan rata-rata luasan lahan 1 ha sebesar Rp 52.201.174,00 dan Rp 13.299.359,00. Namun demikian, hasil menunjukkan bahwa usahatani kentang dan kubis relatif lebih menguntungkan pada luasan lahan untuk 1 ha. Usahatani kentang pada berbagai luasan lahan relatif lebih menguntungkan dibandingkan usahatani kubis. Hal ini dilihat dari nilai R/C atas biaya tunai dan nilai R/C atas biaya total. Menurut rata-rata luasan lahan 0,5 ha, ditinjau dari nilai R/C atas biaya tunai pada kentang dan kubis yaitu 2,12 dan 1,91. Nilai ini menunjukkan bahwa Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan petani akan menghasilkan imbalan penerimaan pada kentang sebesar Rp 2,12 dan pada kubis sebesar Rp 1,91. Sedangkan nilai R/C atas biaya total pada kentang dan kubis adalah 2,08 dan 1,81. Nilai ini menunjukkan bahwa Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan petani akan menghasilkan imbalan penerimaan pada kentang sebesar Rp 2,08 dan pada kubis sebesar Rp 1,81. Menurut rata-rata luasan lahan 1 ha, berdasarkan nilai R/C atas biaya tunai pada kentang dan kubis adalah 2,28 dan 2,15. Nilai ini menunjukkan bahwa Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan petani akan menghasilkan imbalan penerimaan pada kentang sebesar Rp 2,28 dan pada kubis sebesar Rp 2,15. Sedangkan nilai R/C atas biaya total pada kentang dan kubis adalah 2,25 dan 2,03. Nilai ini menunjukkan bahwa Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan petani akan menghasilkan imbalan penerimaan pada kentang sebesar Rp 2,25 dan pada kubis sebesar Rp 2,03. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh beberapa rekomendasi khususnya bagi petani dalam mempertahankan dan meningkatkan tingkat pendapatan usahatani kentang dan kubis.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131996
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository