Analisis pengembangan usaha Tahu CV Laksa Mandir Bogor
Abstract
CV Laksa Mandiri adalah salah satu industri kecil yang bergerak di bidang
agribisnis yang menjalankan kegiatan pengolahan tahu. CV Laksa Mandiri yang
terletak di Jalan Arzimar II, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara
masih memiliki permasalahan yaitu belum mampu memenuhi permintaan
pasarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka CV Laksa Mandiri ingin
mengembangkan usahanya dengan melakukan penambahan jumlah produksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengembangan usaha
CV Laksa Mandiri tersebut layak atau tidak dijalankan maka peneliti melakukan
analisis kelayakan dengan mengkaji aspek non finansial yang meliputi aspek
pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek sosial lingkungan
yang dilakukan secara kualitatif. Selain aspek non finansial peneliti juga
menganalisis dari aspek finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Net
Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period
(PP) serta menganalisis tingkat kepekaan atau switching value terhadap variabel
output maupun variabel input yang dilakukan secara kuantitatif dan dipaparkan
dengan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Juli 2011.
Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek pasar dapat disimpulkan
bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena produk yang
ditawarkan merupakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, harga yang
ditawarkan juga harga yang terjangkau oleh konsumen, kontinuitas produk yang
dapat dijaga untuk memenuhi permintaan konsumen, dan saluran tata niaga yang
tidak terlalu panjang dapat menjaga keuntungan pemilik usaha. Berdasarkan
analisis kelayakan usaha aspek teknis dapat disimpulkan bahwa usaha CV Laksa
Mandiri layak untuk dilaksanakan karena lokasi dekat dengan sumber bahan baku
dan pasar, sarana dan prasarana yang mendukung, dan peralatan yang digunakan
sudah memadai. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek manajemen dan hukum dapat
disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena
terpenuhinya empat fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Actuating,
dan Controlling. Sedangkan dari aspek hukum, CV Laksa Mandiri sudah memiliki
kekuatan hukum yang akan memberikan jaminan untuk memperlancar kegiatan
bisnis. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek sosial lingkungan dapat
disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena
tidak menimbulkan limbah yang dapat menganggu masyarakat sekitar perusahaan
dan mendukung pendapatan rumah tangga karena telah mempekerjakan orangorang
yang berasal dari sekitar perusahaan yang masih memiliki hubungan
keluarga dengan pemilik usaha.
Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan dua kondisi. Kondisi
pertama merupakan kondisi tanpa pengembangan yaitu dimana usaha belum
mengalami penambahan kapasitas produksi dan kondisi kedua merupakan kondisi
dimana usaha mengalami peningkatan kapasitas produksi. Berdasarkan analisis
kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net
B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) diperoleh hasil bahwa
kedua kondisi tersebut layak untuk dijalankan.
Analisis kelayakan finansial usaha tahu tanpa pengembangan dinyatakan
layak dengan nilai NPV sebesar Rp 2 051 208 219 yang dihasilkan lebih besar
dari nol, nilai Net B/C sebesar 3,97 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 57
persen lebih besar dari tingkat discount rate yang ditentukan, dan waktu
pengembalian modal investasi sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik
CV Laksa Mandiri yaitu dua tahun satu bulan. Sedangkan analisis kelayakan
finansial usaha tahu dengan pengembangan dinyatakan layak dengan nilai NPV
sebesar Rp 3 601 202 039 yang dihasilkan lebih besar dari nol, nilai Net B/C
sebesar 6,11 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 89 persen lebih besar dari
tingkat discount rate yang ditentukan, dan waktu pengembalian modal investasi
sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik CV Laksa Mandiri yaitu dua
tahun delapan bulan. Analisis switching value menunjukkan bahwa usaha tahu CV
Laksa Mandiri tanpa pengembangan lebih peka terhadap peningkatan harga beli
kedelai daripada penurunan produksi. Sedangkan untuk usaha tahu dengan
pengembangan lebih peka terhadap penurunan produksi daripada peningkatan
harga beli kedelai.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
