View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kadar hidroksimentilfurfural madu segar Apis cerana dari beberapa daerah di Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.316Mb)
      Date
      2000
      Author
      Panjaitan, Susiniar
      Sihombing, D.T.H
      Siregar, Hotnida C.H.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Madu merupakan makanan yang istimewa karena rasa, nilai gizi, dan khasiatnya tinggi. Salah satu komposisi madu yang menjadi parameter dalam penentuan kualitas madu adalah hidroksimetilfurfural (HMF). Kendala ekspor madu Indonesia salah satunya adalah kadar HMF yang lebih tinggi dari standar mutu madu Indonesia seperti SNI 01-3545-1994. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar HMF madu segar dari beberapa daerah di Jawa Barat memenuhi Standar Nasional Indonesia 01-3545-1994. Penelitian ini dilakukan di peternakan lebah Dago Atas, Dago Bawah. Parungpanjang, dan Sukabumi, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2000. Analisis sampel madu dilakukan di Laboratorium Olahan Makanan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian, Bogor. Pengambilan madu langsung dari peternakan lebah. Sisiran yang diambil adalah sisiran yang tertutup oleh malam (wax). Madu hasil penyaringan dianggap sebagai madu segar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lokasi pengambilan sampel sebagai perlakuan dan empat sarang yang diambil secara acak sebagai ulangan. Madu segar tersebut kemudian dianalisis kadar HMF, air, dan gulanya. Data yang didapat dianalisis dengan analisiis keragaman dengan uji lanjut Duncan untuk megetahui pengaruh lokasi terhadap pemanenan yang diteliti. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah parameter tersebut memenuhi standar SNI 01-3545-1994. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar HMF madu memenuhi standar dengan nilai yang jauh di bawah SNI 01-3545-1994. Kadar HMF madu dari Parungpanjang yang tertinggi (P<0,01) dari lokasi lainnya. Lokasi berpengaruh terhadap kadar air madu. Kadar air madu yang terendah dan memenuhi SNI 01-3545- 1994 berasal dari Dago Bawah (P<0,01). Kadar gula dari keempat lokasi tersebut memenuhi standar. Kadar gula madu kebalikan dari kadar air ini. Kadar gula madu dari Dago Bawah yang tertinggi. Dengan demikian madu segar penelitian ini tidak memenuhi SNI dari segi kadar airnya bukan dari kadar HMFnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131880
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4043]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository