Pengaruh dosis paclobutrazol dan zat pemecah dormansi thiourea terhadap pertumbuhan dan pembungaan durian(Durio zibethinus (Murr.) klon matahari
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh dosis zat penghambat tumbuh (paclobutrazol) dan aplikasi pemecah dormansi (thiourea) terhadap pertumbuhan dan pembungaan durian (Durio zibethinus Murr.) klon Matahari dalam usaha mempercepat atau membungakan di luar musim. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Darmaga, mulai bulan Maret 2005 hingga bulan September 2005. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi paclobutrazol dan konsentrasi thiourea. Model rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Paclobutrazol digunakan dalam empat taraf konsentrasi yaitu 0 g/pohon (PO), 2.25 g/pohon (P1), 3 g/pohon (P2), dan 4.5 g/pohon (P3). Faktor kedua adalah konsentrasi thiourea yang terdiri dari 2 taraf, yakni 0 g thiourea (TO) dan 1.5 g thiourea (T1). Terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali dengan satu tanaman tiap satuan percobaan. Jadi seluruhnya ada 24 tanaman durian.
Pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif tanaman durian yaitu panjang
cabang sekunder, jumlah daun baru, panjang tunas, dan persentase flush.
Persentase flush diamati menggunakan skala grid (intercept). Pertumbuhan generatif yang diamati yaitu saat muncul tunas bunga pertama dan total jumlah bunga per pohon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paclobutrazol berpengaruh
terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman durian. Pada peubah. jumlah daun baru, dosis 2.25 g dan 3 g paclobutrazol menghasilkan pertambahan daun baru terkecil. Pertambahan jumlah daun terbesar justru terjadi pada dosis paclobutrazol yang paling tinggi (4.5 g b.a/pohon). Perlakuan paclobutrazol juga berpengaruh terhadap penghambatan panjang tunas.Pertambahan panjang tunas terkecil dihasilkan oleh perlakuan 3 g paclobutrazol. Persentase flush yang paling rendah yaitu sebesar 22.1 % pada 16 MSP, dihasilkan oleh perlakuan
paclobutrazol 2.25 g. Pada pertumbuhan generatif, dosis paclobutrazol
berpengaruh dalam menginduksi pembungaan tanaman durian. Hal ini terlihat dengan berbunganya tanaman 92 hari setelah aplikasi paclobutrazol pada dosis. 2.25 g, yaitu 96 hari lebih cepat jika dibanding kontrol. Jumlah bunga tidak dipengaruhi oleh perlakuan paclobutrazol dan thiourea maupun kombinasi keduanya. Perlakuan 2.25 g paclobutrazol cenderung meningkatkan total bunga yaitu 202 kuntum per pohon, sedangkan dosis paclobutrazol 4.5 g cenderung menghasilkan jumlah bunga yang sedikit yaitu 30 kuntum. Aplikasi thiourea pada tanaman tidak mempengaruhi total jumlah bunga per pohon. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi thiourea belum berhasil meningkatkan pembentukan tunas bunga durian Matahari.
