View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Struktur Biaya Budidaya Anggrek Vanda Douglas (Kasus : Tiga Skala Usaha di Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tamgerang Selatan)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (997.3Kb)
      Date
      2012
      Author
      Wiastri, Gebyar Surya Anik
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usaha budidaya anggrek Vanda Douglas di Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan, menganalisis struktur biaya produksi usaha anggrek pada tiap skala usaha, menganalisis skala usaha anggrek yang paling efisien, dan menentukan jumlah produksi anggrek pada masing-masing usaha pada saat break even point. Konsep dan alat analisis yang digunakan adalah analisis terhadap struktur biaya budidaya anggrek Vanda Douglas berdasarkan skala usaha. Untuk melihat efisiensi struktur biaya dapat dilihat dari biaya total per ikat bunga. Selain itu dilakukan pula analisis efisiensi pendapatan, R/C ratio dan perhitungan titik impas (break even point). Teknik penentuan sampel dilakukan secara purposive. Petani dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kolompok skala usaha I (skala kecil), skala usaha II (skala menengah) dan skala III (skala besar). Perbedaan tingkatan skala usaha ditentukan faktor luas lahan dengan mengacu pada profil petani anggrek yang dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura dan Tanaman Hias (2009) dalam Estefan (2011). Kemudian dipilih satu responden yang mewakili setiap kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, keragaan usaha budidaya anggrek Vanda Douglas di Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan menurut sistem agribisnisnya terdiri dari empat subsistem, yaitu susbistem hulu atau pengadaan sarana produksi, subsistem usahatani, subsistem pemasaran hasil dan subsistem lembaga penunjang. Komponen biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh petani terdiri dari sewa lahan, pajak lahan, listrik, penyusutan, dan lahan yang diperhitungkan. Biaya variabel yang dikeluarkan terdiri dari biaya bibit, bambu, pupuk kandang, pupuk organik, pestisida, dan tenaga kerja. Biaya tetap yang dibayarkan per ikat anggrek memiliki kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya skala usaha. Sedangkan biaya variabel per ikat bunga menunjukan bahwa pada skala I dan II biaya variabel menurun, namun pada skala III meningkat. Berdasarkan analisis struktur biaya dapat diketahui biaya produksi per ikat anggrek pada masing-masing skala. Biaya tetap per ikat untuk skala I adalah Rp 5.097, untuk skala II adalah Rp 9.552, untuk skala III adalah Rp 10.708. Biaya variabel per ikat untuk skala I adalah Rp 33.066, untuk skala II adalah Rp 24.950, untuk skala III adalah Rp 38.148. Sehingga total biaya per ikat anggek untuk skala I adalah Rp 38.163, untuk skala II adalah Rp 34.502, untuk skala III adalah Rp 48.856. Biaya produksi anggrek Vanda Douglas yang paling efisien adalah skala II, dikarenakan skala II menghasilkan biaya produksi per ikat bunga yang paling kecil. Kecilnya biaya produksi pada skala usaha II terutama dikarenakan penggunaan curahan tenaga kerja yang sedikit. Berdasarkan analisis pendapatan atas biaya total dan biaya tunai ketiga skala menunjukan nilai pendapatan yang positif. Hal ini berarti ketiga skala memperoleh keuntungan. Berdasarkan analisis R/C rasio penerimaan total terhadap biaya total di masing-masing skala diperoleh sebesar 1,31 untuk skala I, 1,45 untuk skala II, dan 1.02 untuk skala III. Berdasarkan analisis R/C rasio penerimaan total terhadap biaya total di masing-masing skala diperoleh sebesar 1,93 untuk skala I, 4,50 untuk skala II, dan 1.64 untuk skala III. Skala usaha yang paling efisien adalah usaha II karena analisis pendapatan R/C ratio atas biaya tunai maupun biaya total yang diperoleh paling tinggi. Berdasarkan analisis titik impas, dihasilkan nilai BEP usaha skala I adalah sebesar 963 ikat, usaha skala II adalah sebesar 1.708 ikat. Usaha skala III adalah sebesar 11.565 ikat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar skala usaha, maka target penjualan agar usaha tidak mengalami kerugian akan semakin besar.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131837
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository