Strategi Pengembangan Bisnis Tanaman Hias PT. Istana Alam Dewi Tara, Sawangan Depok-Jawa Barat
Abstract
Penelitian ini dilakukan di PT Istana Alam Dewi Tara yang berlokasi di
Jalan Cinangka Raya no.168 Sawangan, Depok- Jawa Barat. Pengumpulan data
pada PT Istana Alam Dewi Tara berlangsung pada Bulan November 2011 sampai
Januari 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis
faktor lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi oleh PT. Istana Alam Dewi
Tara serta merumuskan alternatif Strategi dalam pengusahaan pengembangan
usaha tanaman hias dengan memperhatikan lingkungan di PT. Istana Alam Dewi
Tara.
Berdasarkan identifikasi terhadap faktor-faktor strategis eksternal PT.
Istana Alam Dewi Tara diperoleh peluang (opportunities) dan ancaman (threats)
yang berpengaruh terhadap bisnis yang dijalankan. Setelah menentukan faktorfaktor
strategis eksternal, dilakukan pembobotan dengan menggunakan matriks
pasangan berganda (paired comparison matrix) untuk mendapatkan bobot dari
msing-masing variabel eksternal. Nilai pembobotan yang digunakan pada matriks
EFE merupakan hasil rata-rata dari tiga responden yang dipilih. Pemberian peringkat (rating) dilakukan oleh responden yang sama dan merupakan nilai ratarata
dari tiga responden. Hasil evaluasi terhadap matrik EFE, pada faktor peluang
terlihat bahwa tanaman hias sebagai gaya hidup memperoleh skor bobot tertinggi
sebesar 0.400 mengindikasikan bahwa faktor ini direspon sangat baik oleh PT.
Istana Alam Dewi Tara. Melihat dari hasil perhitungan tersebut bahwa tanaman
hias sebagai gaya hidup banyak dimanfaatkan oleh hampir seluruh masyarakat
karena tanaman hias dalam hal estetika dapat memberikan keindahan dan
kenyamanan. Faktor eksternal yang menjadi ancaman bagi PT. Istana Alam Dewi
Tara adalah situasi pertahanan dan keamanan nasional yaitu memiliki nilai skor
bobot sebesar 0.28 sehingga mengakibatkan perekonomian nasional tidak berjalan
dengan stabil, para investor asing juga ragu untuk menanamkan modal di
Indonesia. Faktor eksternal lain yang menjadi ancaman yaitu persaingan antar
perusahaan sejenis memiliki nilai skor bobot yang sama sebesar 0.28,
Matrik IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi internal PT.
Istana Alam Dewi Tara berupa kekuatan dan kelemahan yang selanjutnya akan
dihitung dengan pembobotan rating. Dari hasil bobot yang diperoleh pada matriks
IFE menyatakan bahwa perusahaan sudah memiliki visi dan misi dan tujuan yang
sudah tertulis memperoleh bobot tertinggi yaitu sebesar 0.436 dengan nilai rating
4 mengartikan bahwa perusahaan merespon sangat kuat dan merupakan kekuatan
utama PT. Istana Alam dewi Tara. Pada matriks IFE diperoleh total skor bobot
sebesar 3.346, nilai ini mengindikasikan bahwa PT. Istana Alam Dewi Tara
berada pada posisi respon diatas rata-rata yang berarti perusahaan memiliki posisi
internal yang kuat. Hal ini menunjukan perusahaan memiliki kekuatan yang besar
dan mampu mengatasi kelemahan usahanya.
Berdasarkan hasil pemetaan Matriks IE perusahaan berada dalam posisi
tumbuh dan membangun (Grow and Build). Strategi yang dapat diterapkan adalah
strategi intensif yang terdiri dari penetrasi pasar, pengembangan produk, dan
pengembangan pasar serta strategi integratif yang terdiri dari integrasi ke
belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal). Berdasarkan pengolahan
QSPM, diperoleh prioritas strategi yang dapat dijalankan PT. Istana Alam Dewi
Tara berdasarkan penjumlahan TAS tersebar. Semakin tinggi nilai TAS,
meunjukkan strategi ini semakin menarik dengan mempertimbangkan semua
faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi strategi. Prioritas strategi
PT. Istana Alam Dewi Tara berdasarkan hasil analisis QSPM adalah melakukan
riset pasar untuk memantau perkembangan pemasaran produk, harga dan tingkat
persaingan (TAS : 6,696).
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
