Strategi Pengembangan Usaha Jamu Gendong Sri Ayu Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
View/ Open
Date
2012Author
Widyasari, Sistiana Kurnia
Baga, Lukman Mohammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan
penelitian ini adalah (1) Menganalisis faktor-faktor lingkungan internal Jamu
Gendong Sri Ayu, (2) Menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal Jamu
Gendong Sri Ayu, (3) Merumuskan alternatif strategi yang dapat diterapkan Jamu
Gendong Sri Ayu.
Penelitian ini dilaksanakan di Jamu Gendong Sri Ayu yang terletak di
Pondok Hijau BIX/10 HLVII/20, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang
Selatan. Waktu penelitian dilakukan selama bulan April sampai Juni 2012.
Penelitian ini menggunakan penarikan sample dengan menggunakan metode
purposive sampling, dimana pemilihan responden dilakukan secara sengaja.
Responden yang digunakan dalam penelitian ini ada dua dari pihak internal dan
dua dari pihak eksternal. Pihak internal yaitu pemilik usaha dan pengelola
keuangan usaha, sedangkan pihak eksternal adalah Kepala Bidang UKM Dinas
Koperasi dan UKM Tangerang Selatan, dan Kepala Seksi Kesehatan Khusus dan
Pengobatan Tradisional Dinas Kesehatan Tangerang Selatan. Data dari responden
tersebut digunakan untuk analisis tiga tahap formulasi. Selain itu pihak eksternal
juga terdiri atas 30 konsumen Jamu Gendong Sri Ayu, untuk analisis preferensi
konsumen. Metode pengolahan dan analisis data terdiri atas analisis deskriptif,
dan analisis tiga tahap formulasi strategi. Alat bantu analisis untuk formulasi
strategi meliputi matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan
matriks QSP.
Hasil identifikasi lingkungan internal Jamu Gendong Sri Ayu
menunjukkan kekuatan yang dimiliki adalah (1) Pemilik usaha fokus terhadap
usaha yang dijalankan, (2) Hubungan baik antara pemilik dan pekerja, (3) Produk
tidak menggunakan bahan pengawet kimia, (4) Akses terhadap bahan baku
terjamin, (5) Proses produksi higienis, (6) Lokasi usaha strategis, (7) Kemasan
produk praktis, (8) Hubungan baik antara pemilik dengan pelanggan, (9) Modal
usaha tercukupi, (10) Ada percobaan terhadap produk yang dilakukan secara
sederhana. Kelemahan yang dimiliki Jamu Gendong Sri Ayu adalah (1) Masih ada tugas ganda, (2) Keterbatasan jumlah tenaga kerja, (3) Penggunaan peralatan
produksi masih sederhana, (4) Produk belum memiliki izin dari BPPOM serta
dinas kesehatan, (5) Kurang lengkapnya labelisasi pada kemasan, (6) Jaringan
distribusi masih terbatas, (7) Pemasaran belum dilakukan secara intensif, (8)
Sistem pencatatan keuangan belum tertata dengan baik . Berdasarkan perhitungan
menggunakan Matriks IFE maka diperoleh kekuatan terbesar perusahaan adalah
kemasan produk yang praktis, sedangkan kelemahan terbesar adalah Produk
belum memiliki izin dari BPPOM serta dinas kesehatan.
Hasil identifikasi lingkungan eksternal Jamu Gendong Sri Ayu
menunjukkan kekuatan yang dimiliki adalah (1) Dukungan dari Kementerian
Kesehatan mengenai penyelenggaraan kesehatan melalui obat tradisional, (2)
Adanya program saintifikasi jamu, (3) Adanya program KUR dari pemerintah, (4)
Perkembangan teknologi di bidang produksi, informasi, komunikasi, dan
distribusi, (5) Tren gaya hidup sehat, (6) Ketersediaan pemasok yang cukup
banyak. Sedangkan ancaman eksternal yang dihadapi adalah (1) Terbatasnya
modal dan fasilitas usaha jamu skala rumah tangga untuk memenuhi peraturan
cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) dan tata cara pendaftaran
obat tradisional, (2) Perkembangan harga bahan baku dan bahan penunjang, (3)
Pembeli memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan, (4) Perkembangan produk
substitusi, (5) Tumbuhnya usaha serupa, dan (6) Hambatan masuk ke industri
jamu kecil. Berdasarkan perhitungan menggunakan Matriks EFE maka diperoleh
peluang terbesar yang dihadapi usaha yaitu Perkembangan teknologi di bidang
produksi, informasi, komunikasi, dan distribusi, sedangkan ancaman terbesar
usaha yaitu hambatan masuk ke industri jamu kecil.
Matriks IFE dan EFE menunjukan total bobot skor rata-rata sebesar 2,777
dan 2,728. Nilai tersebut digunakan untuk analisis matriks IE yang
menggambarkan Jamu Gendong Sri Ayu berada pada posisi di kuadran V, yaitu
tahap hold and maintain. Pada kondisi tersebut strategi yang dapat digunakan
yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Kemudian dilanjutkan dengan
analisis matriks SWOT yang menunjukkan ada tujuh alternatif strategi. Alternatif
strategi tersebut kemudian dianalisis dengan matriks QSP sehingga dapat
diketahui prioritas strategi yang dapat dilakukan Jamu Gendong Sri Ayu. Prioritas
strategi tersebut secara berturut-turut adalah (1) Mempertahankan dan
meningkatkan kualitas produk (STAS = 6,879), (2) Melakukan pengembangan
produk melalui inovasi (STAS = 6,871), (3) Melengkapi surat izin usaha dari
dinas-dinas terkait dan labelisasi produk seperti komposisi dan tanggal kadaluarsa,
(STAS = 6,805), (4) Melakukan upaya-upaya pemasaran yang baik (STAS =
6,708), (5) Menambah jumlah tenaga kerja dan meningkatkan kualitas SDM
(STAS = 6,428), (6) Memperbaiki sistem pembukuan keuangan (STAS = 6,408),
(7) Menjual produk dengan harga bersaing dan terjangkau (STAS = 6,291).
Berdasarkan hasil alternatif strategi tersebut akan dipilh tiga alternatif strategi
dengan nilai STAS tertinggi untuk menjadi strategi utama yang dapat
dilaksanakan oleh usaha dalam pengembangan usahanya.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
