Strategi Pengembangan Usaha Peternak Sapi Perah Melalui Revitalisasi Peran KUD Giri Tani
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran koperasi dalam
strategi pengembangan usaha peternak sapi perah di cisarua Bogor. Tujuan khusus
dari penelitian ini adalah :1) Menggambarkan peran KUD Giri Tani terhadap
anggota, 2) Faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang menjadi
kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknes) serta peluang (opportunies) dan
ancaman (threats) bagi KUD Giri Tani, 3) Membuat Rancangan strategi apa yang
seharusnya dikembangkan oleh KUD Giri Tani agar dapat menyelesaikan
permasalahan permasalahan internal dan eksternal organisasi.
Teknik pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling),
dengan pertimbangan bahwa KUD Giri Tani merupakan KUD yang mendapat
akreditasi B dari Deputi bidang Pengkajian dan Sumber Daya UKMK Kementrian
Negara Koperasi dan UKM. Data yang digunakan dalam penelitian menggunakan
data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
Analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui lingkungan perusahaan baik itu
lingkungan internal maupun eksternal. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan Arsitektur
Strategi.
Hasil analisis dari matriks IE terungkap dari pencocokan antara nilai
matriks IFE dan matriks EFE dimana didapat total Nilai total skor matrik IFE
sebesar 2,593 sedangkan matrik EFE sebesar 2,707 sehingga menempatkan
perusahaan pada posisi sel V dalam matrik IE (gambar 9).posisi ini di sebut Hold
and Maintan (jaga dan pertahankan), dan strategi yang tepat digunakan pada
posisi ini adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Hasil yang di dapat maka akan menghasilkan beberapa strategi untuk
mendukung sebagai pengembangan KUD Giri Tani. Beberapa alternatif
strateginya adalah 1) Mengoptimalkan Pasar Produk yang bernilai tambah. 2)
Meningkatkan mutu pelayanan terhadap anggota dan IPS. 3) Memberikan
pemahaman kepada peternak besar untuk mengirimkan kembali produksi susu
melalui KUD. 4) Sistem pelatihan staff yang berlanjut. 5) Meningkatkan Kualitas
Produksi susu yang dihasilkan. 6) Investasi yang menjanjikan dalam usaha sapi
perah kepada investor. 7) Mengembangkan produk susu yang bernilai tambah. 8)
Konsolidasi antar pengurus internal.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
