View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi pola tanam tanaman pangan pada tahun el-nino di DAS Brantas

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (1.006Mb)
      Date
      2000
      Author
      Pujilestari, Nurwindah
      Santosa, Imam
      Las, Irsal
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan pangan adalah ingasi yang pada pelaksanaannya mampu meningkatkan Indeks Penanaman (IP). Besarnya fluktuasi inigasi, dipengarulu oleh curah hujan. Pada tahun El-Nino potensi pengairan pada umumnya akan menurun dibandingkan tahun normalnya di wilayah DAS Brantas sehingga untuk menentukan pola tanam dengan resiko kekeringan seminimal mungkin, perlu dilakukan analisis ketersediaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Osilasi Selatan (IOS) merupakan Indeks ENSO yang paling mempengaruhi curah hujan di wilayah DAS Brantas. Jumlah curah hujan pada tahun normal berkisar antara 1200-2800 mm. sedangkan pada tahun El-Nino berkisar antara 100-2500 mm. Jumiali. curah hujan pada tahun El-Nino mengalami penurunan 10-40% pada bulan basah dan lebih dari 50% pada bulan kering Potensi pengairan terbesar dimiliki oleh Waduk Sutami, Selorejo dan terakhir Bening. Untuk Waduk Bening dan Selorejo, pola tanam pada tahun normal adalah padi pada musim hujan (MH), sebagian padi dan sisanya palawija pada Musim Kering I (MK-1) dan sebagian padi dan sisanya bera pada Musim Kering II (MK-II). Pada tahun El-Nino di wilayah tersebut dapat ditanami padi secara penuh pada MH, tetapi pada MK-I dan MK-II. padi bisa ditanam di sebagian wilayah, dan sebagian lagi bera. Untuk Waduk Sutami penanaman padi dapat dilakukan di ketiga musim tanam baik MH. MK-I maupun MK-II. Alternatif pola tanan dapat dilakukan untuk mengurangi luas lahan tidak produktif (bera) dengan mengurangi sebagian laban padi untuk kemudian airnya dialihkan untuk penanaman palawija, namun demikian perlu diketahui pula perkembangan kondisi jaringan irigasi di wilayah bersangkutan untuk penyesuaian pola tanam yang akan diterapkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131749
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1720]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository