Analisis strategi pemasaran air madu wanajava di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk air madu Wanajava serta
merumuskan strategi pemasaran yang tepat dan efektif pada Perum Perhutani Unit
I Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Desember 2011 – Januari
2012 di KBM Agroforestry Semarang dan Pabrik Air Madu Wanajava di Pati,
Jawa Tengah.
Metode penentuan responden dilakukan dengan cara purposive sampling.
Responden dalam penelitian ini merupakan pengelola KBM Agroforestry yang
paling mengetahui pemasaran air madu Wanajava dan memiliki posisi jabatan
strategis di KBM Agroforestry, yakni asisten manajer usaha lain, kepala urusan
pemasaran dan kepala divisi R&D. Penelitian ini menggunakan analisis IFE
(Internal Factor Evaluation), analisis EFE (External Factor Evaluation), analisis IE (Internal-External), analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and
Threats) dan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).
Berdasarkan identifikasi faktor internal, diperoleh delapan faktor kunci
kekuatan dan tujuh faktor kunci kelemahan. Analisis matriks IFE menghasilkan
nilai rata-rata faktor strategis internal sebesar 2,826. Nilai tersebut
mengindikasikan posisi rata-rata perusahaan (2,0-2,99) dalam memanfaatkan
kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki perusahaan dengan nilai faktor
strategis tertinggi adalah faktor produk yang dihasilkan oleh KBM Agroforestry
menggunakan bahan-bahan berkualitas yang terjamin keamanannya dengan nilai
rata-rata 0,292. Faktor strategis kelemahan utama perusahaan adalah kegiatan
promosi yang masih minim yaitu dengan nilai 0,077.
Identifikasi faktor eksternal menghasilkan lima faktor kunci peluang dan
empat faktor kunci ancaman. Analisis matriks EFE menghasilkan jumlah total
rata-rata tertimbang faktor strategis eksternal yaitu 3,041 yang menunjukkan
kemampuan perusahaan yang tinggi (3,0-4,0) dalam merespon faktor eksternal
seperti menangkap peluang dan mengatasi ancaman. faktor eksternal peluang
yang dianggap paling mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan yaitu tren hidup
sehat dan alami dengan nilai rataan tertimbang 0.418 dan ancaman utama yang
dihadapi oleh KBM Agroforestry adalah perubahan iklim yang mengancam
ketersediaan pakan alami lebah dengan nilai tertimbang 0, 417.
Kombinasi skor tertimbang IFE sebesar 2,83 dan EFE sebesar 3,04
tersebut menunjukkan bahawa KBM Agroforestry di kuadran II matriks IE, atau
dengan posisi grow and build (tumbuh dan kembangkan) sehingga strategi yang
cocok dijalankan ialah stategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar,
pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke
belakang, integrasi horizontal).
Analisis SWOT pada KBM Agroforestry menghasilkan delapan alternatif
strategi yang berkaitan dengan posisi perusahaan dalam matriks IE. Strategi
tersebut kemudian dibuat sesuai prioritas menggunakan analisis QSPM. Urutan
strategi yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan diantaranya adalah (1)
Mengintensifkan kegiatan promosi di pasaran, khususnya di tingkat rumah tangga,
(2) Melakukan riset mengenai konsumen (preferensi, kepuasan dan lain-lain), (3)
Menurunkan harga jual produk di masa perkenalan produk, (4) Membuat fokus
pasar dan wilayah prioritas pemasaran (misal: di wilayah Jawa Tengah terlebih
dahulu), (5) Menggunakan sistem outsourcing atau pekerja antara untuk tenaga
pemasaran, (6) Pengelolaan website secara kontinu sekaligus melayani penjualan
melalui internet, (7) Bekerjasama dengan restoran-restoran ternama di Jawa
Tengah untuk menjadi supplier tetap, dan (8) Meningkatkan kualitas dan
mempertahankan keunggulan produk.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
