Pertumbuhan dan perkembangan cacing tanah Eisenia foetida Savigny dalam media kotoran sapi yang mengandung limbah jamur tiram
View/ Open
Date
2000Author
Wulandari, Dwi
Waluyo, Djoko
Iskandar, Muhamad
Metadata
Show full item recordAbstract
Limbah hasil bidang pertanian dan peternakan sering diabaikan begitu saja oleh manusia sehingga menimbulkan sampah dan mencemari lingkungan sekitarnya. Masalah ini dapat diatasi dengan cara meningkatkan daya guna limbah. Cacing tanah mampu mendegradasi limbah pertanian dan mengubahnya menjadi pupuk organik. Budidaya jamur tiram telah berkembang pesat sehingga limbah yang dihasilkan memerlukan penanganan. Peningkatan limbah jamur tiram dapat ditangani dengan meningkatkan dayaguna dari limbah tersebut. Salah satu usaha adalah penggunaan limbah jamur tiram sebagai tambahan dalam media budidaya cacing tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan cacing tanah E. foetida dalam media kotoran sapi yang ditambah limbah jamur tiram (LJT). Media yang digunakan merupakan media campuran kotoran sapi dengan limbah jamur tiram (0%, 15%, 30%, dan 45% LJT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap bobot cacing (panen pertama dan kedua), produksi kokon (panen kedua), dan susut bobot media (panen pertama). Rataan bobot cacing tertinggi pada panen pertama dan kedua dicapai oleh perlakuan B (30% LJT). Sedangkan rataan bobot cacing tertinggi pada panen ketiga dicapai oleh perlakuan A (15% LJT). Rataan produksi kokon tertinggi pada panen pertama dan kedua dicapai oleh perlakuan C (45% LJT), sedangkan rataan produksi kokon tertinggi pada panen ketiga dicapai oleh perlakuan A. Persentase susut media pada media kotoran sapi yang mengandung limbah jamur tiram memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan media kontrol (0% LJT). Pemberian limbah jamur tiram berperan positif pada pertumbuhan dan perkembangan cacing tanah E. foetida sehingga memberikan dampak pada penyusutan
media yang tinggi. Kondisi lingkungan media pada penelitian ini berturut-turut adalah suhu 23,1°C 23,4°C, pH 5,97 6,67, dan RH 55% - 65,22%. Kondisi ini masih memenuhi persyaratan tumbuh bagi cacing tanah yakni pada suhu 23°C - 27°C, pH diatas 5 sampai basa, dan kelembapan 50% - 80%. Rataan suhu minimum ruang pada pagi hari 22,49°C dan sore hari 23,91°C. Rataan suhu maksimum ruang pada pagi hari 27,34°C dan sore hari 29,39°C. Sedangkan rataan kelembapan ruang pada pagi hari 87,88% dan sore hari 78%.
Collections
- UT - Biology [2401]
