Komposisi Karkas dan Non Karkas Kelinci Lokal Jantan Muda dengan Pemberian Pakan Limbah Tauge
View/ Open
Date
2014Author
Ikhwana, Luthfia
Baihaqi, Muhamad
Rahayu, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelinci memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu ternak potong. Kelinci termasuk ternak yang menyukai segala jenis tumbuhan termasuk limbah pasar seperti limbah tauge. Limbah tauge mengandung 13.26% protein dan 64.5% TDN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komposisi karkas dan non karkas kelinci lokal jantan muda yang berumur 12 minggu dengan pemberian pakan mengandung limbah tauge. Peubah yang diamati adalah bobot potong, bobot tubuh kosong, bobot karkas panas dan dingin, bobot potongan komersial, bobot komposisi karkas, proporsi karkas dan potongan komersial, bobot dan persentase non karkas. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kelinci lokal jantan dengan bobot badan awal sekitar 747 ± 104.543 g. Ternak dipelihara selama 12 minggu dan dipotong pada umur 6 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat tiga jenis perlakuan: 100% pakan komersil (P0), 70% pakan komersil+30% limbah tauge (P1), dan 50% pakan komersil+50% limbah tauge (P2). Data dianalisis dengan menggunakan ANCOVA dengan menggunakan bobot tubuh kosong dan karkas panas sebagai kovariabel. Penelitian ini menunjukkan dengan penambahan limbah tauge menyebabkan bobot non karkas, bobot dan persentase potongan komersial hindleg dan lambung lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan limbah tauge. Penambahan limbah tauge tidak mempengaruhi bobot potong, bobot tubuh kosong, dan bobot karkas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa limbah tauge dapat diberikan dalam bentuk segar untuk penggemukan kelinci hingga 50% menggantikan pakan komersil
