View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Intersepsi hujan pada kelapa dalam, hibrida dan genjah

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (1.540Mb)
      Date
      2000
      Author
      Japar, Yana Sopiana
      Santosa, Imam
      Impron
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Intersepsi hujan merupakan komponen yang mengurangi besarnya curah hujan yang sampai ke permukaan tanah. Pada tanaman. air yang diintersepsi akan diserap dan sebagian lagi dievaporasikan kembali ke atmosfer. Pengamatan dilakukan pada tiga pohon kelapa yang berbeda kultivar, yaitu kelapa dalam. kelapa hibrida, dan kelapa genjah. Dilakukan di Kebun Percobaan Loka Penelitian Polatanam Kelapa (LOLITKA) Pakuwon Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya komponen hujan yang terdiri dari aliran batang. curahan tajuk. dan intersepsi pada tanaman kelapa. Sehingga diketahui jumlah curah hujan yang diintersepsi oleh tajuk kelapa dan jumlah yang sampai ke permukaan tanah. Analisis regresi yang menghubungkan antara curah hujan dengan aliran batang. curahan tajuk. curah hujan ncto, dan intersepsi dilakukan untuk mendapatkan model persamaan. Dalam penelitian ini. komponen-komponen curah hujan tersebut memiliki hubungan kuadratik/linear dengan curah hujan. Aliran batang tertinggi terjadi pada kelapa hibrida (4.20%). dan terendah terjadi pada kelapa genjah (0.12%). Sedangkan kelapa dalam besarnya di antara dua kultivar yang lain (2.85%). Pada kelapa dalam curahan tajuk lebih besar dari kelapa hibrida namun lebih kecil dari kelapa genjah (88,40%). Curahan tajuk tertinggi terjadi pada kelapa genjah ($1,38%), dan terendah terjadi pada kelapa hibrida (65.16%). Curah hujan neto tertinggi terjadi pada kelapa genjah (91,52%), terendah terjadi pada kelapa hibrida (69.36%). Untuk kelapa dalam curah hujan neto sebesar 88.40%. Nilai aliran batang yang rendah dan sebaliknya pada curahan tajuk, memperlihatkan bahwa aliran batang merupakan komponen terkecil sedangkan curahan tajuk merupakan komponen terbesar curah hujan yang sampai ke permukaan tanah. Intersepsi hujan tertinggi terjadi pada kelapa hibrida (30.64%), dan terendah terjadi pada kelapa genjah (8.48%). Sedangkan pada kelapa dalam sebesar 11.60%. Persentase intersepsi terbesar terjadi pada curah hujan kecil dan pada permulaan hujan ketika permukaan tanaman masih kering dan kapasitas penyimpanan tajuk besar.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131415
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1720]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository