View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan zat pengatur tumbuh BAP dan IAA serta air kelapa untuk menstimulasi organogenesis tanaman snapdragon (Antirrhinum majus) secara in vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.679Mb)
      Date
      2001
      Author
      Wigati, Sri
      Mattjik, Nurhayati Ansori
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh BAP dan IAA serta air kelapa pada beberapa taraf konsentrasi tertentu terhadap pertumbuhan tanaman snapdragon (Antirrhinum majus) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan Budi Daya Pertanian IPB, pada bulan April sampai Oktober 2000. Percobaan yang dilakukan merupakan percobaan faktorial dua faktor yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap. Faktor pertama adalah air kelapa dengan tiga tarať konsentrasi yaitu 0%, 25%, dan 50%. Faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh BAP+IAA dengan dua taraf yaitu BAP 0 mg/l+IAA 0 mg/l dan BAP 0.5 mg/l+IAA 0.1 mg/l. Setiap perlakuan diulang sepuluh kali serta setiap botol kultur berisi dua tanaman. Bahan tanaman yang digunakan adalah pucuk snapdragon steril. Peubah yang diamati meliputi persentase kontaminasi, persentase eksplan yang mati dan berkalus, persentase eksplan yang mengalami multiplikasi, jumlah tunas yang dihasilkan per kultur, tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun per kultur, dan jumlah akar. Keadaan kultur pada umumnya baik bila dilihat dari rendahnya kontaminasi yang terjadi serta kematian eksplan yang cukup rendah. Kultur telah menunjukkan pertumbuhan pada umur 7 hari setelah tanam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tunas adventif dapat terbentuk pada eksplan dengan perlakuan air kelapa semua konsentrasi dikombinasi dengan zat pengatur tumbuh BAP 0.5 mg/l+IAA 0.1 mg/l. Tunas adventif terbentuk pada pangkal tunas. Konsentrasi air kelapa yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tunas pada tahap inisiasi dan subkultur 2 adalah pada konsentrasi 25% dan konsentrasi 0% pada subkultur 1. Konsentrasi air kelapa 25% yang dikombinasi dengan ZPT BAP 0.5 mg.1+IAA 0.1 mg/l merupakan kombinasi..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131406
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository