Hubungan antara el-nino Southern oscilation (ENSO) dengan curah hujan di DAS Brantas, Jawa Timur
Abstract
Variasi iklim dan cuaca adalah suatu kondisi adanya penyimpangan cuaca yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut disebabkan oleh letak geografis Indonesia. yaitu antara dua benua dan antara dua samudra. Letak Indonesia diantara Samudra India dan Samudra Atlantik menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El-Nino Southern Oscilation (ENSO). Fenomena alam ENSO dapat diduga terjadinya melalui beberapa indikator. diantaranya SOI, MEI, anomali SST Nino 3 dan Nino 3.4. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ENSO dengan karakteristik curah hujan di DAS Brantas.
Penelitian ini mengunakan data curah hujan wilayah DAS Brantas dari 19 stasiun dengan periode tahun 1955-1990 dan data sekunder dari Indikator-indikator ENSO yang digunakan pada tahun yang sama. Untuk mengetahui hubungan antara ENSO dengan curah hujan DAS Brantas digunakan metode boxplot dan korelasi silang terhadap data yang digunakan.
Pengamatan data curah hujan selama periode 1955-1990 menunjukan bahwa, curah hujan di DAS Brantas di pengaruhi oleh pola musiman dengan pola curah hujan berbentuk "V". Diagram kotak garis (boxplot) digunakan untuk mengetahui distribusi data yang digunakan. Nilai-nilai yang memencil pada boxplot merupakan nilai pada saat kejadian yang ekstrim.
Hubungan antara indikator ENSO dengan curah hujan DAS Brantas diketahui dengan mengkorelasi-silangkan data curah hujan dengan SOI, MEI, anomali SST Nino 3 dan Nino 3.4. Dari hasil korelasi silang menunjukan bahwa ENSO berpengaruh terhadap curah hujan DAS Brantas, hal ini disebabkan koefisien korelasinya melebihi batas level signifikan. Akan tetapi nilai koefisien korelasi yang didapat kecil, yang menunjukkan bahwa pengaruh ENSO di DAS Brantas tidak selalu dominan. Indikasi tidak dominannya pengaruh ENSO ditunjukan juga oleh adanya tahun kering di DAS Brantas tidak selalu bersamaan dengan tahun EL-Nino
Penelian ini masih banyak kekurangannya. Oleh sebab itu penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan skala yang lebih kecil serta memperhatikan skala ruang dan waktu.
