Evaluasi kinerja proyek ternak domba bergulir dalam program pembinaan desa-desa di daerah penyangga taman nasional Gunung Gede Pangrango
View/ Open
Date
2004Author
Rudianto, Andi Witria
Basuni, Sambas
Soekmadi, Rinekso
Metadata
Show full item recordAbstract
Daerah penyangga Taman Nasional merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan taman nasional. Pengelolaan daerah penyangga yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan taman nasional. Daerah penyangga yang mampu menyediakan kebutuhan hidup bagi masyarakatnya akan lebih berfungsi sebagai penyangga kawasan konservasi daripada daerah penyangga yang tidak menyediakan kebutuhan hidup masyarakatnya
Sejak tahun anggaran 1993/1994, sebanyak 45 desa telah memperoleh bantuan dari TNGGP. Bantuan tersebut berupa budidaya konyal dan canar, perhutanan sosial, budidaya rotan dan bambu, ternak domba dan kelinci serta bantuan bibit tanaman buah-buahan MPTS (Multi Purpose Tree Species). Namun kegiatan yang telah dilakukan tersebut belum di evaluasi, apakah memberikan dampak positif bagi persepsi masyarakat terhadap Taman Nasional maupun kontribusinya didalam memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat penerima bantuan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan proyek bantuan ternak domba bergulir dalam rangka program pembinaan daerah penyangga dan mengidentifikasi permasalahan pelaksanaannya.
Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, di 4 desa, yaitu Desa Wates Jaya (Resort Bodogol), Desa Pancawati (Resort Cimande), Desa Margaluyu (Resort Goalpara), dan Desa Gede Pangrango (Resort Selabintana).
Aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah pengelolaan/manajerial proyek mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pelaksanaan, pengawasan proyek, tingkat profitabilitas (R/C ratio), kontribusi proyek terhadap pendapatan peserta proyek, serta persepsi peserta proyek terhadap taman nasional dengan adanya bantuan ternak domba bergulir. Kinerja proyek diukur dari unsur-unsur manajemen dengan menggunakan metode patok duga (Benchmarking). Sedangkan untuk mengukur tingkat profitabilitas proyek dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan R/C ratio berdasarkan data perkembangan populasi ternak domba baik
secara hipotetik maupun secara faktual. Selain itu, diukur juga kontribusi pendapatan yang diterima peserta proyek dari bantuan ternak domba terhadap pendapatan asli peserta proyek...
