Pengaruh kanibalisme pada kestabilan sistem mangsa-pemangsa
View/ Open
Date
2000Author
Tondok, Martinus Darma
Sianturi, Paian
Kusnanto, Ali
Metadata
Show full item recordAbstract
Model mangsa-pemangsa dalam tulisan ini terdiri atas dua kelompok pemangsa (pemangsa tua dan pemangsa muda) dan satu kelompok mangsa, model ini melibatkan faktor kanibalisme, yaitu pemangsa tua memangsa pemangsa muda. Model tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
dX
-- MaX+AY+BXY + CXZ
RX-AY-MY-SXY
dZ - TZ-UZ2-VXZ
Dengan melakukan penondimensionalan (penskalaan) diperoleh suatu sistem persamaan baru yaitu
dx
dt = x + y +axy + x
dy = bx-gy-xy
dr
dz
dr
-VXZ
dengan x-X/L, y=Y/N, z=Z/P Mmar a =BMma(SA)-MA. b =RA/(Mmes). (A+M/Ma LMS, N= Mar (SA), P= Mma/C, s =T/Mmat, UIC dan v =VIS.
g Sistem persamaan diferensial yang baru ini menghasilkan 4 titik tetap yaitu T, (0,0,0), T=(0,0,K), T (x0) dan T.-(x,y,) dengan daya dukung lingkungan (K), K=s/r, Xa=(b-g)/(1-ab),
bs
gv-vbs-abs
yo (b-g)/(1-ag). x₁ == }₁ =· dan Berdasarkan kriteria Routh Hurwitz titik tetap T, = (x,y,z) akan stabil jika ag <1. Tetapi, jika
gv+s
gv+s
ag >1 akan menyebabkan titik tetap T, tidak stabil dengan syarat y1+M/A) 1. Syarat ini menunjukkan bahwa jika laju kematian pemangsa muda (M,...) rendah, atau laju pemangsa muda yang menjadi pemangsa tua (4) tinggi, maka kesetimbangan akan stabil. Pada sisi lain jika M tinggi atau A rendah maka kesetimbanga akan stabil untuk tingkat kanibalisme yang rendah. Tetapi menjadi tidak stabil jika tingkat kanibalismenya semakin meningkat. Tingkat kanibalisme (S)
dinyatakan dengan B = S. Bila digambarkan dalam bentuk orbit, maka terjadi osilasi secara terus menerus tanpa menuju suatu nilai tertentu untuk tingkat kanibalisme yang cukup tinggi.
Collections
- UT - Mathematics [1487]
