Strategi pengembangan usaha beras sehat pada Kelompok Tani Dramaga Tani, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor
Abstract
Beras merupakan makanan pokok penduduk Indonesia, hal ini menyebabkan
kebutuhan beras nasional terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah
penduduk. Konsumsi beras masyarakat Indonesia telah mencapai 139 kilogram
per kapita (BPS, 2011). Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk
memenuhi kebutuhan beras nasional, salah satunya melalui revolusi hijau, suatu
program terkait mekanisasi pertanian, penggunaan bibit unggul, pupuk kimia serta
pestisida dengan dosis tinggi dalam upaya mencapai swasembada pangan.
Namun, saat ini disadari bahwa revolusi hijau banyak menimbulkan dampak
negatif, baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan. Hal ini mendorong
dikembangkannya sistem pertanian yang selaras dengan alam dan aman bagi
makhluk hidup. Menurut Simbolon (2003), pertanian berkelanjutan dapat
diterapkan melalui berbagai metoda, termasuk metoda pertanian organik dan
pertanian dengan pemberian bahan organik serta input kimia minimum (semiorganik).
Kelompok Tani (Poktan) Dramaga Tani adalah salah satu produsen padi
sehat di Desa Cisalada, Kabupaten Bogor, yang telah membudidayakan padi
dengan metode pertanian semi-organik sejak tahun 2007. Namun Poktan Dramaga
tani menghadapi berbagai permasalahan dalam pengembangan usahanya, baik di
bidang permodalan, pemasaran, serta organisasi. Keterbatasan kemampuan
permodalan mendorong petani untuk meminjam dkepada tengkulak, sehingga
untuk membayar pinjamannya petani harus menjual hasil produksi kepada
tengkulak. Belum adanya sistem pencatatan dan pembagian tugas diantara
anggota juga menjadi faktor penghambat perkembangan poktan. Semakin
meningkatnya tingkat persaingan diantara produsen beras sehat menjadi ancaman
bagi usaha Poktan Dramaga Tani. Di sisi lain beras sehat memiliki peluang pasar
yang besar seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan kesadaran
terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, Poktan Dramaga Tani harus
mampu mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan perusahaan baik lingkungan
internal maupun eksternal yang dapat dimanfaatkan oleh Poktan Dramaga Tani
dalam merumuskan strategi pengembangan usaha. Metode pengolahan dan
analisis data terdiri dari analisis deskriptif dan analisis formulasi strategi.
Pengumpulan data penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni 2012.
Responden pada penelitian ini adalah pihak internal maupun eksternal poktan
yang berkompeten dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pada penelitian,
khususnya para pengambil keputusan dalam Poktan Dramaga Tani, yaitu ketua,
sekretaris dan bendahara. Alat bantu analisis yang digunakan adalah matriks IFE
dan matriks EFE untuk analisis lingkungan perusahaan, matriks IE untuk
memetakan posisi perusahaan, matriks SWOT untuk merumuskan strategi, dan
matriks QSP untuk menentukan prioritas strategi.
Berdasarkan analisis lingkungan internal, kekuatan yang dimiliki oleh
Poktan Dramaga Tani adalah ketua yang berpengalaman, berwibawa, memiliki keinginan untuk maju, dapat dipercaya dan memiliki banyak relasi, produktivitas
yang tinggi, ketersediaan pasokan pupuk organik, kemampuan mengelola saluran
irigasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan air sepanjang musim, dan melakukan
upaya pengembangan melalui studi banding, penyuluhan dan diskusi kelompok
secara rutin. Sedangkan kelemahan Poktan Dramaga Tani adalah belum
melakukan pencatatan usaha dan produksi, belum memiliki SOP dan pembagian
tugas, kurangnya semangat dan inisiatif anggota untuk mengembangkan usaha,
belum memiliki pembukuan keuangan, keterbatasan permodalan poktan, poktan
belum mampu menghasilkan produk berupa beras, keterikatan pemasaran pada
tengkulak karena adanya hutang, kegiatan usaha belum berorientasi pasar dan
jumlah traktor yang kurang memadai.
Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal, peluang dari usaha beras
sehat Poktan Dramaga Tani adalah peningkatan daya beli masyarakat,
pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap
kesehatan, tingginya permintaan beras sehat organik, ketersediaan sumber air dari
mata air kaki gunung salak, akses jalan menuju sawah dapat dilalui kendaraan
roda empat dan dekat jalur distribusi, ketersediaan sumber permodalan, input dan
penyuluhan dari pemerintah, adanya program “Go Organik” dari pemerintah,
berkembangnya teknologi pembuatan pupuk organik cair yang sederhana, serta
kelancaran komunikasi karena perkembangan teknologi informasi. Sedangkan
ancaman yang dihadapi oleh Poktan Dramaga Tani diantaranya adalah perubahan
cuaca yang tidak menentu menyebabkan serangan hama, terdapat delapan
gapoktan yang bersaing menghasilkan padi sehat di Kabupaten Bogor, pesaing
yang dapat menghasilkan produk berupa beras, serta tengkulak yang memiliki
kekuatan tawar yang tinggi dalam penentuan harga.
Hasil matriks IE memposisikan Poktan Dramaga Tani pada sel V yaitu
pada daerah jaga dan pelihara, dengan strategi penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Hasil analisis matriks SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi, yang
melalui analisis QSPM diperoleh prioritas strategi yang dapat dilakukan oleh
Poktan Dramaga Tani adalah (1) Mengolah lebih lanjut hasil produksi menjadi
beras untuk memenuhi peluang permintaan pasar terhadap beras sehat,
meningkatkan daya saing hasil produksi serta meningkatkan pendapatan petani,
(2) Meningkatkan kemampuan entrepreneurship anggota poktan untuk
meningkatkan inisiatif dan semangat anggota dalam mengembangkan usaha, (3)
Menjalin kerjasama pemasaran dengan distributor yang khusus menangani produk
organik untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan
meningkatkan daya saing produk, (4) Memanfaatkan perkembangan teknologi
pembuatan pupuk organik cair untuk meningkatkan produksi dalam meraih
adanya peningkatan peluang pasar terhadap produk organik, (5) Meningkatkan
upaya pemasaran produk untuk meningkatkan pangsa pasar, (6) Meningkatkan
produksi melalui upaya sanitasi lingkungan, yaitu dengan segera menghilangkan
tanda-tanda hama yang muncul di lahan, (7) Melakukan tata organisasi Poktan
Dramaga Tani untuk memaksimalkan berjalannya setiap fungsi bisnis dalam
usaha poktan.
Poktan Dramaga Tani diharapkan dapat melakukan terobosan-terobosan
yang bersifat positif di luar rutinitas sehari-hari dalam rangka melakukan
pengembangan usaha baik berupa penetrasi pasar maupun pengembangan produk
untuk dapat meraih tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
