Analisis risiko produksi dan risiko harga Buncis dan Tomat (Studi Kasus: Kelompok Tani Pondok Menteng di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi dan risiko harga buncis dan tomat di Kelompok Tani Pondok Menteng, (2) menganalisis tingkat risiko produksi dan harga pada pola spesialisasi pada buncis dan tomat, dan (3) menganalisis tingkat risiko produksi dan harga pada pola diversifikasi buncis dan tomat.
Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Pondok Menteng yang berlokasi di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Waktu penelitian adalah mulai dari pengumpulan data pada bulan Februari 2012 hingga Agustus 2012. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko yaitu variance, standar deviation, dan coefficient variation serta untuk mengukur tingkat risiko baik risiko portofolio maupun spesialisasi.
Sumber-sumber risiko yang menyebabkan adanya risiko produksi pada petani anggota poktan Pondok Menteng antara lain adalah karena perubahan kondisi cuaca dan iklim, hama penyakit tanaman dan kurangnya skill tenaga kerja, dan sumber risiko yang meyebabkan terjadinya risiko harga adalah karena adanya variasi pada harga sayuran. Analisis risiko spesialisasi yang dilakukan berdasarkan produktivitas, menunjukkan tomat memiliki tingkat risiko lebih besar dibandingkan buncis yaitu sebesar 0,16 untuk tomat dan 0,12 untuk besaran risiko buncis. Hal ini dapat terjadi karena tomat lebih rentan terhadap hama dan penyakit tanaman. Berdasarkan tingkat risiko yang diperoleh dari tingkat harga, risiko tomat juga lebih besar jika dibandingkan dengan risiko yang dihadapi buncis dengan nilai risiko tomat sebesar 0,42, sedangkan buncis sebesar 0,27. Hal ini dikarenakan tomat memiliki sifat mudah rusak dan busuk sehingga dibutuhkan penanganan khusus.
Berdasarkan analisis risiko portofolio yang dilakukan, diversifikasi dapat secara efektif meminimalisasi risiko produksi dan risiko harga yang dihadapi petani anggota Poktan Pondok Menteng meskipun tidak membuat risiko yang dihadapi menjadi nol. Diversifikasi yang dilakukan poktan Pondok Menteng dapat menurunkan risiko produksi dan risiko harga pada tomat yang memiliki nilai risiko lebih tinggi dibandingkan buncis terutama pada risiko harga dengan penurunan risiko sebesar 33,33 persen dan penurunan sebesar 18,75 persen pada risiko produksi.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai koefisien korelasi, kedua komoditas berkorelasi positif (searah) yang artinya jika salah satu komoditi mengalami peningkatan baik dalam produktivitas maupun tingkat harga maka komoditi lain juga akan mengalami peningkatan, dan sebaliknya. Saran yang dapat direkomendasikan untuk mengurangi risiko produksi yang terjadi antara lain dengan meningkatkan teknologi untuk produksi dan mengembangkan sumber daya manusia, sedangkan untuk mengatasi risiko harga dapat dilakukan upaya integrasi vertikal dengan melakukan kemitraan dan penggantian jenis sayuran.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
