Studi Aplikasi Inhibitor Plastida Linkomisin dan Klorampenikol terhadap Empat Genotipe Kedelai (Glycine max (L) Merr) pada Kondisi Cekaman Intensitas Cahaya Rendah
View/ Open
Date
2005Author
Hakim, M. Luqman
Guntoro, Dwi
Khumaida, Nurul
Metadata
Show full item recordAbstract
kedelai terhadap aplikasi inhibitor plastida linkomisin dan klorampenikol
yang diberikan pada kondisi cekaman intensitas cahaya rendah. Penelitian
dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikerneuh, Balitbiogen, Cimanggu, analisis
klorofil dilakuk:an di Laboratoriurn Research Group on Crop Improvement
(RGCI), Departemen Budi Daya Pertanian dan analisis N-total dilakukan di
Laboratorium Kimia Tanah Biotrop, mulai bulan September 2004-Januari 2005.
Penelitian ini menggunakan rancangan petak-petak terbagi (split-split plot
design) dengan tiga faktor dan tiga ulangan. Naungan sebagai petak utama terdiri
atas dua taraf tingkat naungan (N) yaitu 0% (NO) dan 55% (Nl ), genotipe kedelai
sebagai anak petak (G) terdiri atas empat genotipe kedelai yaitu Pangrango (Gl),
Ceneng (G2), Godek (G3) dan Slamet (G4) dan aplikasi inhibitor plastida (I)
sebagai anak-anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu Aquades (IO), 10 mM linkomisin
(Il) dan 10 mM klorampenikol (I2). Sehingga terdapat 72 satuan percobaan dan
setiap petak terdapat enam polibag sehingga terdapat 432 polibag dan satu
tanaman per polibag.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan inhibitor plastida
linkomisin 10 mM berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah
daun, wama daun dan kandungan klorofil. Pemberian linkomisin pada 5 MST
dapat rnenurunkan kandungan klorofil a clan klorofil b pada semua genotipe,
namun penurunannya pada genotipe Pangrango dan Ceneng lebih rendah
dibandingkan dengan genotipe Godek dan Slamet.
Perlakuan inhibitor plastida linkomisin mengakibatkan terjadinya penurunan
kandungan klorofil a, klorofil b, rasio klorofiJ alb dan nilai wama hijau relatif
daun. Peubah klorofil a, klorofil b, rasio klorofil alb dan nilai wama hijau relatif
daun diduga dapat digunakan sebagai peubah a.tau karakter penduga uji cepat
dengan menggun akan inhibitor plastida. Perlakuan inhibitor plastida linkomisin
pada genotipe toleran menunjukkan pengaruh yang lebih rendah dibandungkap
dvngan genotipe peka. Berbeda dengan perlakuan linkomisin, tanaman dengan
perlakuan inhibitor klorampenikol tidak berbeda dengan tanaman kontrol, dan
tidak berpengaruh terhadap peubah wama daun dan kandungan klorofil
pada genotipe toleran menunjukkan pengaruh yang lebih rendah dibandungkan
dungan genotipe peka.
Berbeda dengan perlakuan linkomisin, tanaman dengan perlakuan inhibitor klorampenikol tidak berbeda dengan tanaman kontrol, dan tidak berpengaruh terhadap peubah warna daun dan kandungan klorofil.
