Pengaruh Frekuensi Irigasi Terhadap Pertumbuhan dan Daya Hasil Beberapa Klon Ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lam)
View/ Open
Date
2005Author
Hermawan, Hendra Setiya
Sulistyono, Eko
Setiawan, Asep
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh frekuensi pemberian air terhadap pertumbuhan dan daya hasil ubijalar. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan daya hasil antar tiga klon ubijalar, serta mengetahui interaksi frekuensi pemberian air dengan jenis klon ubijalar. Penelitian dilakukan di rumah kaca Laboratorium Departemen Budi Daya Pertanian, IPB.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua factor. Faktor pertama adalah frekuensi irigasi,yaitu frekuensi dua, empat, enam dan delapan hari sekali dengan kapasitas lapang, irigasi dua hari sekali 75%, 50% dan 25% air tersedia. Faktor kedua adalah jenis klon ubijalar, yaitu CIP-1, CIP-6 dan CIP-7.
Bahan yang digunakan yaitu stek batang ubijalar berukuran 25 cm. Stek ditanam pada polibag berukuran 60 cm x 40 cm yang telah diisi dengan tanah yang dicampur dengan vermikompos. Pemupukan ubijalar dilakukan dua kali yaitu pada saat tanam diberikan seluruh dosis urea, SP-36 dan / dosis KCl, kemudian pada 7 MST diberikan sisa KCI.
Frekuensi irigasi dua hari sekali memberikan pertumbuhan dan daya hasil paling tinggi. Ubijalar klon CIP-1 memiliki pertumbuhan paling baik, akan tetapi daya hasilnya rendah. Daya hasil tertinggi dihasilkan oleh ubijalar klon CIP-7. Pertumbuhan yang paling baik dihasilkan oleh interaksi antara frekuensi irigasi dua hari sekali dengan klon CIP-1 dengan rata-rata kadar air tanah yang tersisa adalah 48%. Ditinjau dari daya hasil, interaksi antara frekuensi irigasi dua hari sekali dengan klon CIP-6 memberikan hasil yang paling tinggi. dengan rata-rata
kadar air dalam tanah yang tersisa adalah 46%.
