View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh pemberian kapur (CaCO3) dan pemupukan dengan unsur kalium (KCl) pada tanah podsolik Darmaga terhadap semai sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) serta pembuatan kurva buffer

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (3.114Mb)
      Date
      2000
      Author
      Nugroho, Jerry Purwo
      Wibowo, Cahyo
      Wasis, Basuki
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanah Ultisol (Podsolik) merupakan salah satu jenis tanah mineral yang banyak digunakan sebagai media tumbuh bibit. Hal ini terjadi karena jenis tanah tersebut tersebar cukup luas di Indonesia. Kelemahan tanah Ultisol sebagai media tumbuh adalah karena tanah ini umumnya bereaksi sangat masam (Supraptohardjo, 1974). Oleh karena itu untuk menaikkan pertumbuhan bibit tanaman diperlukan media tumbuh yang baik bagi tanaman. Untuk menciptakan media tumbuh yang baik tersebut diperlukan pupuk yang mengandung zat bereaksi basa seperti Kalium (K). Salah satu jenis pupuk yang mengandung unsur Kalium adalah pupuk KCI. Untuk memperbaiki kesuburan tanah akibat keasaman tanah dan adanya kelarutan unsur Al, Fe dan Mn pada umumnya dilakukan pengapuran. Dengan kegiatan pengapuran diharapkan kisaran pH akan mendekati normal yang cocok untuk ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan Kalium dan pengapuran pada pertumbuhan semai sengon (P.falcataria) dan pembuatan Kurva Buffer untuk tanah Podsolik Darmaga. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Faktorial (3×4) dengan 10 kali pengulangan. Pemberian kapur kalsit (CaCO3) dapat meningkatkan pertumbuhan semai sampai dosis A (1.5 gram/polybag) dengan peningkatan pertumbuhan tinggi sebesar 18.18% dan pertumbuhan diameter sebesar 8.57% dibanding kontrol. Kemudian cenderung menurun pada dosis 3 dan 4.5 gram/polybag dengan penurunan tinggi sebesar 9.16% dan 20.30% dan penurunan diameter sebesar 13.9% dan 20.68%. Hal ini disebabkan karena pada saat pH mendekati netral, tanaman dapat leluasa tumbuh dengan baik tanpa mendapat gangguan akibat unsur-unsur tosik yang timbul akibat kemasaman tanah. Pemberian pupuk KCI dapat meningkatkan pertumbuhan semai sampai dosis B, (0.2 gram/polybag) dengan peningkatan pertumbuhan diameter sebesar 21.4% dan penurunan pertumbuhan jumlah panjang daun sebesar 0.13%. Fungsi kalium yaitu memberikan pengaruh terhadap pembentukan protein dan karbohidrat dan mengeraskan bagian kayu dari tanaman sehingga pertumbuhan diameter batang meningkat (Sarief, 1985).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131034
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository