Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Pembiayaan dan Efektivitas Pembiayaan Syariah di Sektor Perdagangan pada BMT Ibaadurrahman Bogor
Abstract
Pelayanan pembiayaan syariah yang pada umumnya berada di sektor riil
sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian. Salah satu sektor yang
memiliki peranan penting dalam perekonomian adalah sektor perdagangan. Sektor
perdagangan di Indonesia mayoritas berada di skala usaha mikro dan kecil yang
pada umumnya belum memiliki badan hukum. Masalah penting yang dihadapi
oleh para pengusaha mikro dan kecil yaitu kesulitan dalam hal permodalan.
Persoalan tersebut dikarenakan mereka kesulitan dalam mengakses dana dari
pihak perbankan. Maka,sebagai alternatif para pengusaha mikro dan kecil dapat
menggunakan layanan pembiayaan syariah dari lembaga keuangan mikro syariah
(LKMS), salah satunya yaitu Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Berbeda dengan
bank konvensional, BMT memiliki kedekatan yang cukup baik dengan para
nasabahnya. Kedekatan ini dapat disamakan dengan ruang gerak koperasi.
Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya melalui usaha bersama,
sedangkan BMT berusaha meningkatkan kesejahteraan anggotanya dengan
melakukan pembiayaan dan pendampingan kepada nasabahnya. Dengan prinsip
bagi hasil, BMT diharapkan dapat memberikan pembiayaan dengan lebih adil.
Karena karakteristik BMT lebih dekat dengan koperasi, maka pada umumnya
BMT berbadan hukum koperasi. Dalam penelitian ini, BMT yang diteliti adalah
BMT Ibaadurrahman Bogor.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode survey melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 110 anggota
(responden). Dan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan statistik. Data kualitatif yang diperoleh dari kuesioner diukur dengan skala Likert.
Pemilihan penggunaan skala Likert dikarenakan skala ini dapat mengukur
tindakan masyarakat terhadap masalah yang sedang diteliti. Sedangkan data
kuantitatif diolah menggunakan Uji Analisis Jalur (Path Analysis). Path Analysis
digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel
bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen).
Berdasarkan hasil dari Path Analysis, faktor-faktor yang memengaruhi
besarnya permintaan pembiayaan usaha pada BMT Ibaadurrahman Bogor secara
signifikan dipengaruhi secara langsung oleh faktor ekonomi (biaya administrasi,
margin pembiayaan, pendapatan usaha, dan keuntungan usaha sebelum
pembiayaan) dan faktor non ekonomi (lama menjadi anggota, tingkat pendidikan,
dan agunan). Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap besarnya permintaan
pembiayaan adalah biaya administrasi. Sedangkan besarnya pendapatan usaha
anggota setelah pembiayaan dipengaruhi kuat oleh besarnya pembiayaan yang
diajukan. Dan berdasarkan hasil analisis dari skala Likert, keseluruhan skor mulai
dari prosedur pengajuan pembiayaan hingga dampak pembiayaannya, diperoleh
rata-rata skor dengan nilai 1179. Artinya, prosedur pengajuan pembiayaan sampai
dengan tahap pengembalian pembiayaan yang dirasakan oleh anggota sudah
memenuhi kriteria efektif dalam penilaian. Dan Efektivitas pembiayaan pada
BMT Ibaadurrahman berdasarkan hasil penilaian responden dapat dikategorikan
efektif serta pencapaian tujuan pembiayaan usaha di sektor perdagangan rata-rata
sudah tercapai, karena terdapat dampak positif setelah pembiayaan terhadap
peningkatan dan keuntungan usaha anggota, kesejahteraan keluarga anggota, serta
penambahan aset yang dimiliki oleh anggota.
