Mempelajari efektivitas reaksi hidrolis/plastein dengan enzim tripsin/pepsin dan tripsin/tripsin terimobil dalam memproduksi tepung ikan dari ikan tembang (Sardinella fimbriata)
View/ Open
Date
2000Author
Kholisoh, Akhsaniyat
Purwaningsih, Sri;Sukarno
Metadata
Show full item recordAbstract
Sehubungan dengan perkembangan budidaya ternak, udang dan ikan di tanah air, maka kebutuhan tepung ikan sebagai sumber protein hewani untuk pertumbuhan ternak cenderung meningkat. Dalam hal ini tepung ikan merupakan sumber protein hewani yang diperlukan dalam menyusun ransum makanan ternak/ikan budidaya yang bermutu dan seimbang. Sampai saat ini, kandungan protein tepung ikan yang dihasilkan para pengolah di Indonesia belum memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia untuk makanan ternak. Untuk itu perlu dilakukan alternatif cara pengolahan tepung ikan sehingga diperoleh produk yang diharapkan. Salah satu cara tersebut adalah dengan menerapkan cara pengolahan tepung ikan melalui reaksi hidrolisis/plastein secara enzimatik.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas reaksi enzimatis dalam memproduksi tepung ikan dari ikan tembang (Sardinella fimbriata) melalui reaksi hidrolisis/plastein menggunakan enzim tripsin/pepsin dan tripsin/tripsin. Disamping itu juga untuk memanfaatkan dan sekaligus memberikan nilai tambah ikan-ikan non ekonomis/limbah hasil perikanan sebagai bahan baku tepung ikan, khususnya ikan tembang (Sardinella fimbriata).
Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penggunaan kombinasi enzim yang berbeda, yaitu perlakuan kombinasi tripsin/pepsin dan tripsin/tripsin. Tahapan pembuatan tepung ikan adalah sebagai berikut: pencucian ikan, perebusan, pengepresan dan penghomogenan yang kemudian dilanjutkan dengan reaksi hidrolisis/plastein menggunakan kombinasi enzim tripsin/pepsin dan tripsin/tripsin.
Tepung ikan (plastein) yang dihasilkan selanjutnya dianalisis terhadap komposisi
kimianya untuk mengetahui: kadar air, protein, serat kasar, abu, lemak, kalsium (Ca),
phospor (P) dan garam (NaCl). Selain itu juga dilakukan analisis karakteristik organoleptik meliputi: penampakan, bau dan konsistensi serta analisis fisik meliputi: warna dan derajat putih (W). Pada bahan baku (ikan tembang) juga dilakukan analisis kadar proksimat.
