Analisis Pola Spasial, Pencampuran Lahan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Urban Land Ratio di Kota Tegal.
Date
2023-11-06Author
Triono, M. Haris Surya
Rustiadi, Ernan
Panuju, Dyah Retno
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada umumnya wilayah administratif kota di Indonesia tidak sepenuhnya memiliki
karakteristik perkotaan. Beberapa bagian kota juga memiliki karakteristik
perdesaan dan transisi. Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa
Tengah yang memiliki karakter wilayah perkotaan dan perdesaan di beberapa
bagian administrasinya. Selain itu terjadi rata-rata pengurangan luas lahan pertanian
menjadi lahan permukiman dan tempat kegiatan di Kota Tegal sebesar 20,70 ha per
tahun dengan laju 2,07% pada tahun 1993 hingga 2017. Hal ini mengakibatkan
perkembangan perkotaan di wilayah pinggiran. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pola spasial sebaran penggunaan lahan, mengukur indeks
pencampuran penggunaan lahan (landuse mixture) menggunakan pendekatan
indeks entropi dan menganalisis pengaruh jarak dan kepadatan penduduk terhadap
urban land ratio (ULR) di Kota Tegal. Pola spasial tersebut dianalisis
menggunakan metode autokorelasi spasial global (Moran I) dan local (LISA).
Selain itu dianalisis pula faktor-faktor yang mempengaruhi urban land ratio (ULR)
menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil menunjukkan sebaran lahan
permukiman dan pertanian cenderung menyebar dengan indeks Moran 0,072 dan
0,059. Nilai ini memiliki pola spasial acak (random) hingga agak mengklaster. Pola
spasial berbasis unit data polygon permukiman cenderung memanjang mengkikuti
jalan di Margadana dan pusat kota serta pertanian cenderung tersebar luas di bagian
barat Kota Tegal. Jika disandingkan dengan sebaran kepadatan penduduk, pola
spasial sebaran lahan permukiman HH terjadi pada kondisi kepadatan penduduk
tinggi dan sedang. Indeks Moran konsentrasi luas lahan permukiman dan pertanian
adalah 0,515 dan 0,542. Nilai ini mengindikasikan bahwa pola spasialnya memiliki
sifat menggerombol (clustered) cenderung kuat sehingga membentuk blok barat
dan timur. Pola spasial konsentrasi lahan perkotaan tinggi pada blok barat dan pola
spasial lahan pertanian tinggi pada blok timur. Indeks pencampuran penggunaan
lahan yang ditunjukkan oleh indeks landuse mixture sebagai di Kota Tegal
menunjukkan karakter wilayah perkotaan, perdesaan dan suburban/transisi di Kota
Tegal. Kawasan barakter perkotaan berada di bagian timur Kota Tegal. Kawasan
berkarakter perdesaan di bagian barat Kota Tegal. Karakter berkawasan suburban
dengan nilai indeks pencampuran penggunaan lahan yang tinggi berada di daerah
tengah. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh secara parsial jarak
dari pusat kota terhadap ULR. Selain itu secara simultan jarak dari pusat kota,
kepadatann penduduk, migrasi masuk dan jumlah penduduk berpendidikan tinggi
terhadap ULR.
