View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan jumlah sel radang pada kwartir ambing sapi penderita mastitis subklinis dengan sanitasi peternakan di Kunak, Pangalengan dan Cicurug (studi kasus)

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (2.213Mb)
      Date
      2000
      Author
      Widiastuti, Dian Ariesiana
      Sanjaya, Winny
      Estuningsih, Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kejadian mastitis subklinis di Jawa Barat mencapai 85%. Mastitis subklinis merupakan peradangan jaringan interna ambing tanpa ditemukan adanya gejala klinis melainkan hanya ditandai dengan peningkatan jumlah sel radang, perubahan komposisi susu serta penurunan produksi susu. Mastitis subklinis merupakan salah satu penyakit yang paling merugikan bagi peternak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah sel radang, diantaranya umur, periode laktasi, penyakit (mastitis), stress serta manajemen dan lingkungan. Faktor manajemen peternakan terutama sanitasi peternakan sangat berpengaruh terhadap kejadian mastitis subklinis. Kondisi sanitasi yang buruk akan mengakibatkan ternak rentan terhadap penyakit, penurunan produksi ternak serta berkembangbiaknya vektor penyakit dan mikroorganisme. Kejadian mastitis subklinis dapat dideteksi dengan penghitungan jumlah sel radang yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode Breed. Penghitungan jumlah sel radang pada studi kasus ini menggunakan sampel susu kwartir ambing sapi yang positif IPB-1, dengan jumlah sampel untuk Kunak 31 sampel, Pangalengan 139 sampel dan Cicurug 94 sampel. Penilaian status sanitasi peternakan dilakukan dengan cara pengamatan di peternakan dan wawancara dengan pekerja maupun peternak. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah sel radang dipengaruhi oleh pelaksanaan sanitasi peternakan dan higiene pemerahan. Keadaan ini ditunjukkan dengan hasil yang berbeda nyata (p <0,05) antara sel radang terhadap lokasi dengan status sanitasi yang berbeda. Hasil rataan jumlah sel radang di Kunak adalah 9,53 x 10 sel/ml, Pangalengan 2,49 x 10° sel/ml, Cicurug 2,58 x 106 sel/ml dengan nilai pelaksanaan sanitasi peternakan di Kunak sekitar 41%, Pangalengan 47% dan Cicurug 64%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130942
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository