View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh temperatur terhadap daya tetas telur fasciola gigantica

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (1.013Mb)
      Date
      2000
      Author
      Purbaningsih, Widi
      Ridwan, Yusuf
      Suhardono
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Fasciolosis merupakan salah satu penyakit parasiter yang penting di Indonesia, dan ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia walaupun dengan intesitas kejadian yang berbeda. Pengetahuan tentang fase - fase biologi dari cacing Fasciola gigantica sangat penting dalam upaya pengendalian fasciolosis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap daya tetas telur F.gigantica. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial, dengan 3 faktor yaitu faktor temperatur inkubasi ( 18° C, 28° C, 37° C), faktor waktu inkubasi (2 minggu, 4 minggu, 6 minggu) dan faktor pembungkusan cawan petri dengan alumunium foil (buka tutup). Untuk mengetahui hubungan antara temperatur terhadap daya tetas dan masa tetas telur F. gigantica digunakan analisis sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur dan waktu inkubasi sangat berpengaruh terhadap daya tetas telur F. gigantica. Daya tetas telur F. gigantica optimal (tertinggi) pada temperatur 280 C dengan umur inkubasi 2 minggu, sedangkan pada temperatur yang lebih rendah yaitu pada temperatur 18° C perkembangan telur lambat disertai penurunan daya tetas telur. Sementara itu pada temperatur yang lebih tinggi yaitu pada temperatur 37° C hampir semua telur mati setelah diinkubasi 2 minggu. Pembungkusan cawan petri dengan alumunium foil tidak berpengaruh terhadap daya tetas telur F. gigantica, akan tetapi ada interaksi antara pembungkusan cawan petri terhadap telur yang tumbuh dan belum tumbuh.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130929
      Collections
      • UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology [1047]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository