View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh penyuntikan estrogen dan progesteron selama periode prainplantasi terhadap rasio jumlah anak jantan dan betina pada induk tikus putih (Rattus sp.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (1.566Mb)
      Date
      2000
      Author
      Harahap, Martha Dameria
      Manalu, Wasmen
      Satyaningtijas, Aryani S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu faktor penting dalam keberhasilan reproduksi adalah hormon- hormon reproduksi. Hormon reproduksi yang penting selama proses reproduksi terutama masa kebuntingan adalah estrogen, progesteron dan laktogen plasenta. Masing-masing hormon secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan pengaruh pada anak dan induk. Pemberian estrogen dan progesteron eksogen selama periode praimplantasi menunjukkan peningkatan bobot lahir dan ukuran tubuh pada anak tikus putih. Selain itu estrogen, progesteron dan laktogen plasenta selama kebuntingan berperan pada pemesatan pertumbuhan dan perkembangan kelenjar susu. Progesteron dan estrogen penting untuk implantasi serta membuat kondisi pemeliharaan untuk blastosis agar dapat hidup dan menimbulkan perubahan yang diakibatkan oleh pengaruh progesteron di dalam uterus. Namun dengan penambahan estrogen eksogen pada induk bunting terbukti juga bersifat embriosidal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek penyuntikan estrogen dan atau progesteron pada induk tikus putih selama periode praimplantasi terhadap kelangsungan hidup embrio pada jumlah anak jantan dan betina yang dilahirkan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan-Institut Pertanian Bogor dengan menggunakan hewan percobaan tikus putih betina (Rattus Sp.) sebanyak 45 ekor induk dan jumlah anak 410 ekor (dengan ukuran litter 6-13). Tikus-tikus tersebut dibagi dalam 9 kelompok perlakuan dengan rancangan percobaan menggunakan faktorial 3x3. Faktor pertama adalah penyuntikan estrogen dengan dosis 0; 1,06775; 2,135pg/g bb. Faktor kedua adalah penyuntikan progesteron dengan dosis 0; 2,931;5,862 ng/g bb. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyuntikan estrogen dan progesteron selama enam hari pertama kebuntingan tidak mempengaruhi kelangsungan hidup embrio terhadap jumlah anak jantan dan betina yang dilahirkan. Sehingga tidak ada satu jenis kelamin pun yang dapat ditekan atau dimunculkan dengan dosis sebanyak dosis perlakuan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130846
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository