View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi pembungaan, perkembangan buah dan perkecambahan biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.), suatu tanaman penghasil biodiesel

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (7.171Mb)
      Date
      2010
      Author
      Zahrul Romadlon A.W
      Hamim;, Dorly
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan tanaman tropis yang banyak dimanfaatkan secara tradisional oleh penduduk lokal seperti bahan bangunan, kayu bakar dan obat luar. Dalam penelitian ini dipelajari perkembangan bunga dan buah, menguji perkecambahan biji dan mengetahui kadar lemak pada biji. Dalam percobaan ini digunakan dua pohon yang telah berumur 11-12 tahun sebagai objek pengamatan. Pengamatan morfologi dan uji kecambah dilakukan di lapang, sedangkan pengamatan anatomi dengan pembuatan sediaan mikroskopis dan pengujian kadar lemak dengan menggunakan soklet dilakukan di laboratorium. Tunas memiliki 8-15 kuncup bunga. Bunga tersusun dalam tandan majemuk bertipe anak payung menggarpu, dengan 4 helai kelopak, 4 helai mahkota, satu putik dan 4 berkas benangsari yang mengelilingi putik, namun ditemukan bunga dengan 5 atau 3 helai kelopak dan 3 berkas benangsari. Buah berbentuk bulat, hijau dan jika sudah matang cenderung mengeras dengan kulit berwarna kecoklatan. Pertumbuhan tunas bunga hingga tunas memiliki kuncup siap mekar memerlukan waktu 27 hari setelah inisiasi (HSI). Tingkat kerontokan kuncup mencapai 48,52%, sedangkan pada bunga tingkat kerontokan mencapai 64,5 %. Secara umum P2 memiliki persentase kerontokan buah lebih besar dibanding P1. Bunga mekar terjadi selama 3 hari dan memasuki 4 hari setelah anthesis bagian-bagian bunga mulai rontok. Pertumbuhan buah dari kecil hingga matang rata-rata 8-10 minggu setelah anthesis (MSA). Biji dari pohon P2 memiliki kadar lemak sebesar 51,79%, lebih tinggi dibanding biji dari pohon P1 yang sebesar 42,57%. Perkecambahan biji pohon kedua juga lebih cepat dibanding dengan biji dari pohon pertama menandakan adanya variasi diantara kedua pohon tersebut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130678
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository