Pengaruh perlakuan hidrogen sianamida terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O..Kuntze) setelah pangkas
View/ Open
Date
1997Author
Ikwan, Muhamad
Susanto, Slamet
Junaedi, Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidrogen sianamida terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman teh setelah pangkas.
Percobaan dilaksanakan di Perkebunan Teh Goalpara PT Perkebunan Nusantara VIII Sukabumi pada ketinggian 1100 meter dari permukaan laut dengan curah hujan 3300 mm per tahun. Tanaman teh yang digunakan adalah klon TRI 2025 yang ditanam pada tahun tanam 1975/1976 dengan umur pangkas 29 bulan dan sudah dipangkas bersih 1 minggu sebelum percobaan dimulai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok satu faktor yaitu taraf kosentrasi hidrogen sianamida yang diulang 4 kali. Taraf konsentrasi hidro- gen sianamida yang digunakan adalah 0.00% (kontrol), 0.50% (D1), 1.25% (D2), dan 2.50% (D3). Satu unit percobaan terdiri dari 20 perdu teh dan kemudian dipilih 5 perdu sebagai perdu contoh. Peubah yang diamati meliputi jumlah tunas yang tumbuh, jumlah tunas tertipping, bobot segar pucuk tertipping, bobot kering pucuk tertipping. Sedangkan pada petik produksi dilakukan pengamatan terhadap peubah kerapatan panen, bobot segar pucuk, bobot kering pucuk dan persentase pucuk peko berdasarkan jumlah pucuk dan bobot pucuk. Selain itu diadakan pengamatan tambahan terhadap peubah luas dan panjang internoda pada tunas contoh.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan hidrogen sianamida hanya berpengaruh nyata pada 3 dan 4 MSA saja terhadap jumlah tunas yang tumbuh,
tidak mempercepat munculnya tunas dan tidak meningkatkan jumlah tunas total yang tumbuh, tetapi tunas yang tumbuh lebih seragam dengan diameter dan
panjang internoda yang lebih besar. Saat tipping dan bobot kering pucuk tipping
tidak nyata dipengaruhi oleh perlakuan hidrogen sianamida tetapi jumlah pucuk
tertipping dan bobot segar pucuk tertipping nyata meningkat dengan perlakuan
hidrogen sianamida. Perlakuan hidrogen sianamida tidak memberikan hasil yang
lebih baik terhadap bobot segar pucuk, bobot kering pucuk, kerapatan panen dan
persentase pucuk peko pada petik produksi.
