Penilaian visual lansekap tepi sungai Ciliwung Kotamadya Bogor
Abstract
Tujuan pembangunan Kota Bogor adalah terciptanya Kota Bogor sebagai kota dalam taman sehingga pembangunan fisik kota seharusnya diimbangi dengan pembangunan ruang terbuka seperti jalur hijau (greenway) di tepi jalan maupun di tepi sungai, termasuk di tepi Sungai Ciliwung. Dalam perkembangannya, Sungai Ciliwung khususnya yang berada di Kotamadya Bogor ini, mengalami pengelolaan yang menghasilkan beberapa bentuk lansekap tepi sungai yang secara visual memiliki kualitas keindahan yang berbeda. Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk melibatkan masyarakat dalam merencanakan lingkungan mereka serta bertujuan untuk mempelajari kualitas visual lansekap tepi Sungai Ciliwung, Kotamadya Bogor.
Penelitian ini mengambil lokasi di sepanjang ruas Sungai Ciliwung, Kotamadya Bogor dan dilaksanakan pada Bulan Juni 1996 hingga bulan Desember 1996, Penelitian ini terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu studi pendahuluan, penelitian utama, serta pengolahan data dan penyusunan laporan. Bahan yang digunakan sebagai media penilaian visual adalah kuesioner yang terdiri dari 20 pasang kosa kata bipolar adjective dengan skala lima. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lokasi dan mahasiswa. Penilaian visual ini dilakukan terhadap lima tipe lansekap tepi Sungai Ciliwung dengan karakteristik yang berbeda satu dengan yang lain. Analisis data dilakukan terhadap keempat bagian dalam kuesioner. Bagian pertama yang merupakan pertanyaan inti dianalisa dengan merata-ratakan nilai yang diberikan responden untuk setiap kriteria. Untuk membedakan penilaian masing-masing lansekap, dilakukan uji nilai tengah.
Komentar bebas ditabulasikan dan disajikan dalam prosentase. Hasil penilaian responden terhadap masing-masing lansekap dirata-ratakan untuk setiap kriteria. Kemudian nilai rata-rata dari setiap kriteria tersebut dihubungkan secara berurutan sehingga membentuk suatu profil penilaian. Kelima lansekap memperlihatkan profil penilaian yang berbeda.
Lansekap 1 memiliki penilaian ke arah kriteria penilaian yang bersifat negatif Kenyataan ini didukung oleh kriteria penilaian tentang keindahan yang menunjukkan bahwa Lansekap 1 secara nyata dinilai tidak indah sebagai lansekap tepi sungai. Hal ini juga terjadi pada beberapa kriteria penilaian lainnya. Uji nilai tengah (t-test) dilakukan terhadap kriteria penilaian dan hasilnya menunjukkan bahwa tipe lansekap 1 berbeda nyata dengan keempat tipe lansekap lainnya (p<0,05). Beberapa komentar bebas yang diberikan responden menyatakan bahwa pemandangan seperti ini sesungguhnya secara visual kurang menyenangkan sebagai lansekap tepi sungai.
Lansekap 2, 4 dan 5 merupakan tipe lansekap tepi sungai yang mengandung unsur alamiah berupa hijauan. Ketiga lansekap tersebut memperlihatkan profil penilaian yang serupa dengan penilaian yang cenderung bersifat positif. Lansekap 4 memiliki penilaian yang paling tinggi untuk kriteria penilaian keindahan dibandingkan tipe lansekap yang lain. Tetapi penilaian ini tidak berbeda nyata untuk Lansekap 2 dan 5. Terlihat adanya kecenderungan responden memberikan penilaian yang bersifat positif terhadap bentuk lansekap yang mengandung unsur alamiah seperti hijauan.
Lansekap 3 memberi penampilan yang berbeda di kedua tepi sungai, yaitu salah
satu sisi memperlihatkan hijauan dan sisi lainnya berupa kawasan pemukiman. Hasil
uji nilai tengah untuk tipe lansekap 3 ini juga umumnya berbeda nyata dengan keempat tipe lansekap lainnya. Preferensi masyarakat terhadap tipe lansekap seperti ini cenderung netral atau biasa-biasa saja.
