Perencanaan lansekap kampus pesantren Pertanian Darul Fallah Kecamatan Ciampea, Bogor
Abstract
Pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin pesat. Hal ini menuntut adanya pembangunan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beragam termasuk pendidikan. Pesantren Pertanian Darul Fallah (PPDF) terdaftar di Pengadilan Negeri nomor 25/1969 tanggal 16 Maret 1969, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang pendidikan, da'wah, dan pengembangan masyarakat, lulusannya diharapkan akan mampu hidup mandiri dan memiliki kemampuan berda'wah (Anonymous, 1993). Studi ini bertujuan untuk merencanakan lansekap kampus PPDF, Kecamatan Ciampea, Bogor yang secara fungsional berdaya guna dan secara estetik bernilai indah dengan menyediakan elemen lansekap yang mendukung aktivitas pendidikan dan usaha-usaha produktif, dengan mempertimbangkan keharmonisan hubungan dengan lingkungannya.
Metode perencanaan yang digunakan adalah Proses Berpikir Lengkap dalam Merencana dan Melaksana menurut Rachman (1984). Metode ini terdiri dari tahap inventarisasi, analisis, sintesis, konsep, perencanaan dan perancangan, pelaksanaan, serta pemeliharaan. Studi ini dilaksanakan sampai tahap perencanaan.
Data yang diperoleh meliputi aspek biofisik, aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek tehnik. Lokasi tapak PPDF cukup mudah dicapai dan strategis yaitu terletak diantara Jakarta-Bogor-Jasinga. Karakteristik iklim makro meliputi curah hujan, kelembaban, dan lama penyinaran matahari tergolong tinggi; kecepatan angin, dan suhu tergolong nyaman bagi pengguna tapak. Tanah pada tapak PPDF berjenis latosol coklat kemerahan dan sebagian alluvial untuk daerah di sepanjang tepi sungai. Topografi bervariasi yaitu datar, bergelombang, dan curam. Sumber air berasal dari
Sungai Cinangneng, Sungai Ciampea, mata air, irigasi teknis, dan sumur artesis.
Vegetasi dominan pada tapak adalah bambu (Bambusa sp.), sengon (Parasianthes falcataria L. Nielse) dan tanaman liar (gulma). Sebagian vegetasi ini perlu dipertahankan untuk fungsi konservasi. Sedangkan satwa dominan adalah burung dan serangga. Pemandangan ke luar tapak berupa bentang alam berbentuk lembah, sungai, dan gunung kapur merupakan potensi tapak yang dapat dimanfaatkan.
Hasil kuesioner terhadap 40 responden menunjukan bahwa warga PPDF sebanyak 52,5% menyetujui jalan yang melalui pesantren ditutup untuk umum, sebagian besar responden (65%) menyetujui dilakukan penataan kembali terhadap lansekap tapak, dan sebanyak 80% menginginkan dapat melakukan kegiatan di pinggir sungai dan Perbukitan. Sirkulasi menuju pemukiman penduduk dibuatkan jalan alternatif di sebelah timur tapak.
Kebijaksanaan Pemerintah untuk Kecamatan Ciampea didasarkan pada Pola Dasar Pembangunan Daerah dan Rencana Pembangunan Lima Tahun Keenam Kabupaten DATI II Bogor. Kebijaksanaan pembangunan daerah Kecamatan Ciampea diarahkan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kebijaksanaan ini dijadikan acuan untuk pengembangan PPDF sebagai sarana pendidikan untuk meningkatkan SDM.
Berdasarkan fungsinya ruang yang dikembangkan pada tapak PPDF terdiri dari ruang pemukiman 2,10 Ha (8,08%), ruang pendidikan 2,58 Ha (9,95%), ruang usaha- usaha produktif dan jasa 12,10 Ha (46,54%), ruang rekreasi 1,72 Ha (6,61%), ruang pelayanan 0,74 Ha (2,86%), ruang sirkulasi 1,52 Ha (5,85%), dan ruang konservasi 5,23Ha (20,11%).
Konsep sirkulasi yang digunakan adalah kombinasi bentuk linier (lurus) dan
cul de sac. Pola sirkulasi ini menghubungkau pintu masuk dengan ruang-ruang yang
tersebar di sepanjang jalur sirkulasi dan menghubungkan antar ruang satu dengan
ruang lainnya, sehingga pengguna tapak dapat mencapai ruang-ruang yang ada secara lebih mudah dan memberi kesan kesatuan dalam ruang.
