View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Gambaran persembuhan luka jahitan kulit pasca laparotomi Medianus pada kucing lokal (felis domestica) dengan berbagai macam benang jahit

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (6.986Mb)
      Date
      2003
      Author
      Yusup, Muhamad
      Gunanti
      Soesatyoratih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Laparotomi medianus adalah pembukaan rongga abdomen yang penyayatannya dilakukan pada garis linea alba (aponeurose musculus obliqus abdominis eksternus dan intemus). Bertujuan untuk berbagai kepentingan seperti enterotomi, ovariektomi, ovariehisterektomi, cystotomi serta eksplorasi abdomen untuk kepentingan diagnosa. Pada operasi ini pendarahan dan kerusakan jaringan selalu terjadi. Untuk itu perlu dilakukan pengamatan terhadap benang jahit dan metode penjahitan yang lebih baik demi kesejahtraan hewan. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kucing lokal berumur 1-3 tahun dengan berat badan 1,5-3 Kg. Hewan di bagi dalam tiga kelompok perlakuan yaitu : kelompok A (jahitan subkutis dengan benang jahit kulit cat gut), kelompok B (jahitan kulit sederhana dengan benang jahit silk) dan kelompok C (jahitan kulit sederhana dengan benang jahit cotton). Parameter yang di amati diferensiasi leukosit, bengkak, merah serta basah pada luka jahitan kulit. Hasil pemeriksaan diferensiasi leukosit yang meliputi neutrofil, limfosit dan monosit (terjadi peningkatan) serta eosinofil dan basofil (terjadi penurunan) hari ke-8 pasca laparotomi medianus bila dibandingkan dengan hari ke-0 untuk ketiga kelompok perlakuan. Hal ini mengindikasikan bahwa tubuh bereaksi terhadap adanya perlukaan dan adanya benda asing (benang jahit). Secara makroskopis pengamatan makroskopis luka jahitan kulit yang diamati hari ke-0, ke-4 dan ke-8 menunjukan telah terjadinya proses peradangan yang. menyertai persembuhan luka untuk ketiga kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa penjahitan kulit menggunakan benang Cotton dapat digunakan sebagai benang jahit alternatif pengganti Silk dan Cat gut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130618
      Collections
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health [1241]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository