View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Diferensiasi leukosit darah ayam yang dinfensi Eimeria tenella setelah pemberian serbuk bandotan (Ageratum conyzoides Linn) dengan berbagai dosis pada pakan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (7.285Mb)
      Date
      2003
      Author
      Warella, Natalie Emmanuella
      Cahyaningsih, Umi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Eimeria tenella merupakan penyebab koksidiosis sekum dan spesies Eimeria yang paling patogen. Koksidiosis merupakan salah satu penyakit pada ayam yang berpotensial sebagai penyebab kerugian ekonomi pada peternakan ayam. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan menggunakan koksidiostat. Namun penggunaan yang terus menerus dapat menimbulkan resistensi dan dapat menimbulkan residu pada daging dan telur. Bandotan adalah tanaman yang mungkin dapat dikembangkan menjadi obat koksidiosis, mengandung zat aktif seperti flavonoid, kumarin, tanin, saponin, alkaloid dan minyak atsiri. Khasiat dan kegunaannya yaitu sebagai antiinflamasi, obat luka baru, wasir, antidiare, anti disentri, obat penurun panas, anti bakteri, obat sakit perut dan tonik. Parameter yang digunakan adalah diferensiasi leukosit. Ayam yang digunakan adalah Ayam Jantan Petelur Galur Dekalb berumur dua minggu yang diberi berbagai dosis bandotan per oral. Kemudian dibuat preparat ulas darah tipis dari ayam lalu dihitung diferensiasi leukositnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk bandotan dosis B2 gr/kg.bb cenderung meningkatkan persentase heterofil dan monosit dalam darah pada hari ketiga sampai kesepuluh setelah infeksi. Pemberian serbuk bandotan dosis BJ gr/kg.bb cenderung meningkatkan persentase eosinofil dalam darah pada hari ketiga. setelah infeksi. Persentase limfosit dalam darah setelah pemberian serbuk bandotan dosis B1 gr/kg.bb dan B3 gr/kg.bb pada hari kesepuluh cenderung meningkat. Adapun persentase basofil setelah pemberian serbuk bandotan dan sulfaquinoxaline tidak memberikan pengaruh.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130590
      Collections
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health [1241]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository