Pengaruh selang pemberian air terhadap pertumbuhan beberapa nomor bibit kakao (Theobromo cacao L.)
Abstract
Tujuan percobaan ini untuk mengetahui pengaruh selang pemberian air dan nomor kakao terhadap pertumbuhan bibit beberapa nomor bibit kakao.
Percobaan dilakukan di Rumah Kaca Baranangsiang Jurusan Budi Daya Pertani- an dari akhir Mei sampai 15 Oktober 1996. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan lima ulangan. Faktor pertama adalah selang pemberian air: yang terdiri dari selang penyiraman air nol, empat, delapan, dan dua belas hari. Faktor kedua adalah nomor bibit kakao; yang terdiri dari Km330 (K_{1}) . Km340 (K_{2}) Km350 (K_{j}) , Km * 360(K_{d}) dan Km301 (K_{s})
Pengamatan dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, lilit batang, jumlah daun luas daun, panjang akar, volume akar, indeks mutu bibit, bobot bahan kering tajuk, bobot bahan kering akar, total bobot bahan kering, nisbah bobot bahan kering akar dan tajuk, kebutuhan air, dan efisiensi penggunaan air.
Berdasarkan total bobot bahan keringnya selang pemberian air optimum pada nomor bibit kakao K_{1} 5 hari dan pada K_{4} adalah 7 hari, sedangkan pada K_{2}, K_{3}, K_{5} selang pemberian air 12 hari tidak menunjukkan perbedaan pada total bobot bahan kering. Efisiensi penggunaan air pada K_{1} optimum pada selang pemberian air 6 hari. Peningkatan selang pemberian air akan menurunkan volume akar K_{s} Peningkatan selang pemberian air akan meningkatkan efisiensi penggunaan air pada K_{2} K_{y} K 4^ * dan K_{s} dan nisbah bobot bahan kering akar dan tajuk pada K_{1}, K_{2}, K_{y} dan K_{5}
Pada semua nomor kakao akan menghasilkan lilit batang tertinggi pada selang
pemberian air 6 hari. Peningkatan selang pemberian air akan meningkatkan indeks mutu bibit dan bobot bahan kering akar, sedangkan kebutuhan airnya semakin menurun pada semua nomor kakao.
Nomor bibit kakao K_{s} menghasilkan lilit batang saat panen tertinggi, sedangkan
K_{1} menghasilkan jumlah daun tertinggi pada 12 dan 16 MST.
