Perkecambahan benih bintaro ( Cerbera manghas L.) pada berbagai media perkecambahan
Abstract
Penggunaan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi secara
terus menerus dapat mengakibatkan penurunan ketersediaannya di alam lebih
cepat karena bahan bakar fosil merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbarui. Fenomena ini merupakan salah satu permasalahan utama yang
terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penggunaan energi alternatif
yang juga ramah lingkungan adalah terobosan yang potensial untuk
menggantikan bahan bakar fosil yang jumlahnya makin berkurang. Salah satu
upaya adalah menggunakan bahan bakar nabati (biofuel). Bintaro (Cerbera
manghas L.) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai bahan biofuel.
Pembangunan hutan tanaman bintaro berskala besar membutuhkan bibit yang
banyak dalam waktu yang singkat. Salah satu kendala yang dihadapi adalah
proses perkecambahan hingga menjadi bibit memerlukan waktu yang lama.
Pemilihan media yang tepat untuk perkecambahan benih bintaro dapat
mempercepat proses perkecambahan benih bintaro. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji pengaruh penggunaan berbagai media perkecambahan
terhadap perkecambahan benih bintaro. Penelitian menggunakan metode
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu media tanah, pasir,
campuran tanah serta pasir 1:1 (v/v), dan campuran tanah serta sekam 10:1
(v/v) dengan 3 ulangan setiap perlakuannya. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa media perkecambahan berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan
dan nilai perkecambahan serta berpengaruh sangat nyata terhadap daya
berkecambah dan kecepatan tumbuh. Media perkecambahan yang terbaik
untuk perkecambahan benih bintaro adalah media pasir, akan tetapi tidak
berbeda nyata dengan media tanah dan campuran tanah serta sekam 10:1 (v/v)
pada parameter daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan nilai
perkecambahan. Media perkecambahan yang memiliki hasil terjelek pada
semua parameter adalah campuran tanah serta pasir 1:1 (v/v)
Collections
- UT - Silviculture [1443]
