Pengaruh waktu aplikasi dan jenis zat pemecah dormansi setelah pemberian pclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman rambutan (Nephelium lappaceum Linn.)
Abstract
Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh zat pemecah dormasi (BAP, Ethepon dan KNO) setelah aplikasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman rambutan.
Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Tajur Bogor, mulai bulan Desember 1994 sampai bulan Juni 1995. Ketinggian tempat penelitian kurang lebih 225 m di atas permukaan laut.
Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu waktu aplikasi dan jenis zat pemecah dormansi. Waktu aplikasi zat pemecah dormanni terdiri dari 3 waktu pemberian, yaitu 1 BSP (satu bulan setelah aplikasi Paclobutrazol), 2 BSP (dua bulan setelah aplikasi Paclobutrazol) dan 3 BSP (tiga bulan setelah aplikasi Paclobutrazol). Zat pemecah dormansi yang digunakan terdiri atas 3 jenis, yaitu BAP 100 ppm (8). Ethepon 400 ppm (E) dan KNO, 20 g/l (K). Jadi, terdapat 9 kombinasi perlakuan Untuk mengetahui pengaruh zat pemecah dormansi digunakan tanaman kontrol (KO), yaitu tanaman yang diberi paclobutazol tanpa aplikasi nat pemecah dormarsi. Untuk mengetahui pengaruh paclobutratof digunakan tanaman chek (PO), yaitu tanaman yang tidak diberi paclobutrazol dan zat pemecah dormansi. Setiap peria kan terdiri atas satu tanaman dengan 4 ulangan, sehingga secara keselurahan berjumlah 44 satuan percobaan.
Aplikasi paclobutrazol pada tanaman rambutan berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan vegetatif, yaitu mengurangi panjang tunas dan panjang ruas (jarak antar buku) tanaman rambutan. Zat pemecah dormansi (BAP, KNO,, Ethepon) dapat
meningkatkan jumlah tumas, panjang tunas total dan jumlah daun tanaman rambutan. Waktu aplikasi zat pemecah dormansi berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, sedangkan jenis zat pemecah dormansi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, Jumlah tunas pada tanaman yang disemprot zat pemecah dormansi tiga bulan setelah pemberian paclobutrazol lebih banyak dibandingkan tanaman yang disemprot zat pemecah dormansi satu atau dua bulan setelah pemberian paclobutrazol. Jenis zat pemecah dormansi atau interaksi antara waktu aplikasi dan jenis zat pemecah dormansi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas dan jumlah daun tanaman rambutan. Aplikasi zat pemecah dormansi setelah pemberian paclobutrazol tidak mampu menyebabkan terjadinya pembungaan tanaman rambutan.
