Pengaruh Penyimpanan terhadap Viabilitas Benih Tumbuhan Obat Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.)
Abstract
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) tumbuhan asli Papua yang mempunyai potensi sangat besar sebagai tumbuhan merupakan obat. Manfaat P. macrocarpa, antara lain sebagai obat penyakit diabetes, lever, alergi, tekanan darah tinggi, bahan kosmetik, dan lain-lain. Permintaan mahkota dewa sekarang ini semakin meningkat dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang khasiat obatnya. Supaya dapat memenuhi permintaan yang semakin tinggi tersebut, maka usaha budidaya perlu digalakkan.
Pengadaan bibit mahkota dewa secara generatif lebih banyak dilakukan, namun hal ini menyulitkan apabila benih tidak langsung ditanam dan harus melalui proses penyimpanan, karena benih mahkota dewa termasuk benih berkadar air tinggi (rekalsitran), dimana viabilitasnya akan semakin menurun dengan makin lamanya waktu penyimpanan. Menurunnya viabilitas benih tidak dapat dicegah namun bisa diperlambat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang cara penyimpanan yang tepat supaya viabilitasnya dapat dipertahankan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh wadah, ruang dan lama
penyimpanan terhadap viabilitas benih mahkota dewa. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini supaya dapat diketahui jenis wadah dan kondisi ruang simpan yang tepat pada beberapa waktu penyimpanan supaya viabilitasnya tetap optimal. Dalam penelitian ini peubah yang diamati dan diukur adalah daya berkecambah, laju perkecambahan dan nilai perkecambahan. Untuk menunjang penelitian dilakukan pengukuran suhu dan kelembaban selama penyimpanan dan pada saat pengecambahan benih P. macrocarpa.
Rancangan percobaan yang dipergunakan dalam penelitian adalah faktorial 3 x 2 x 5 dengan pola acak lengkap. Perlakuan yang rancangan dipergunakan ada tiga faktor yaitu faktor wadah simpan (A) yang terdiri dari lama penyimpanan (C) yang terdiri dari O minggu/langsung tanam (Co), 1 minggu wadah terbuka (A), kantong kain blacu (A) dan kantong plastik (As); faktor ruang simpan (B) terdiri dari ruang kamar (B) dan ruang kulkas (Ba); dan factor (C). 2 minggu (C2), 3 minggu (Ca) dan 4 minggu (Ca). Berdasarkan parameter daya berkecambah, memperlihatkan bahwa benih yang langsung ditanam (0 minggu) mempunyai daya berkecambah tertinggi yaitu sebesar 98.29% dan dan semakin menurun sampai penyimpanan selama 4 wadah simpan kantong plastik diminggu. Penyimpanan dengan menggunakan ruang kulkas mampu mempertahankan viabilitasnya sampai penyimpanan selama 4 minggu dengan nilai daya berkecambah relatif tetap tinggi. Penyimpanan dengan menggunakan wadah terbuka dan kantong kain blacu di ruang kulkas
menunjukkan nilai viabilitas yang paling buruk dengan nilai daya berkecambah sebesar 0% selama penyimpanan 1 sampai 4 minggu.
Penyimpanan benih di ruang kamar dengan menggunakan wadah simpan plastik selama 1 dan 2 minggu menunjukkan nilai daya berkecambah yang relative tinggi, sedangkan penyimpanan selama 3 dan 4 minggu menyebabkan daya berkecambahnya menjadi 0%. Benih yang disimpan dengan menggunakan wadah…dst
