Studi Penyebaran Potensi Pakan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis, Fischer, 1814) dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung
View/ Open
Date
2005Author
Nugraha, Kusna Haddi
Masy'ud, Burhanuddin
Prasetyo, Lilik Budi
Metadata
Show full item recordAbstract
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) merupakan salah satu jenis badak diantara lima jenis badak yang ada di bumi dan satu-satunya spesies dari genus Dicerorhinus yang masih hidup saat ini. Selain itu Badak Sumatera merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan UU Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 226. Red Data Book memasukkan satwa ini dalam kategori Endangered. Mengingat pentingnya peranan Badak Sumatera baik dari segi ekologi, ekonomi maupun ilmu pengetahuan dan pendidikan maka perlu dilaksanakan usaha-usaha perlindungan dan pelestarian yang terencana.
Pengetahuan tentang potensi pakan dari badak sangat penting bagi kelangsungan satwa langka ini, karena dengan mengetahui potensi pakannya maka dapat dilaksanakan usaha-usaha perlindungan dan penyelamatan Badak Sumatera secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran potensi tumbuhan pakan Badak Sumatera berdasarkan tingkat palatabilitas dan indeks nilai penting (INP) pada kelerengan dan ketinggian dari permukaan laut, serta mengetahui kondisi sebaran diameternya di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas Lampung.
Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi berupa buku laporan penyebaran dan data digital 34 jenis tumbuhan pakan badak, sehingga menjadi salah satu pangkalan data tumbuhan pakan badak di SRS TN. Way Kambas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang merupakan areal penengkaran Badak Sumatera dengan luas 100 ha. Proses pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan April- Mei 2004.
Metode pengambilan dan analisis data yaitu dengan melakukan survey pendahuluan yang tujuannya untuk mengenal secara keseluruhan areal penelitian yang selanjutnya dilakukan peletakan plot pengamatan dengan menggunakan metode sensus pada setiap kandang. Data vegetasi dianalisis dengan cara analisis vegetasi (Soerianegara dan Indrawan, 1988).
Untuk mengetahui pola penyebaran dilakukan dengan menggunakan nilai standar Morissita. Sedangkan untuk mengetahui nilai palatabilitas suatu jenis vegetasi tumbuhan pakan diambil dari data hasil penelitian Ulum (2002). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang terdiri dari 11 kandang dengan luas 100 ha terbagi dalam 3 kelas lereng, yaitu A (0-8 %), B (9-15% ), C (16-25%) dan 5 kelas tinggi, yaitu I (10-20 mdpl), II (20-30 mdpl), III (30-40 mdpl), IV (40-50 mdpl) dan V (50-60 mdpl).,,,dst
