Dampak Kebakaran Hutan terhadap Proses Suksesi Vegetasi di Hutan sekunder Jasinga, Bogor
Abstract
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting artinya karena menguasai hajat hidup orang banyak. Namun manfaat ini kurang dirasakan oleh masyarakat sekarang ini, karena keadaan hutan kita semakin hari semakin rusak. Kebakaran hutan merupakan salah satu peristiwa yang menyebabkan kerusakan hutan.
Akibat negatif dari adanya kebakaran hutan adalah kerusakan ekologis, menurunnya nilai estetika, merosotnya nilai ekonomi kehutanan dan keanekaragaman hayati. Dampak positif antara lain mengatur pola suksesi vegetasi, mengatasi masalah hama dan penyakit hutan. Untuk meminimalisasi kerusakan yang terjadi akibat kebakaran hutan diperlukan pengolahan areal bekas terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebakaran hutan terhadap proses suksesi vegetasi pada hutan sekunder dan mengetahui dominansi tumbuhan pada areal bekas terbakar.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Juni tahun 2005 di hutan Sekunder Haurbentes, Jasinga Bogor. Bahan yang digunakan adalah semua vegetasi dari tingkat semai, pancang, tiang, pohon. Alat yang digunakan adalah Haga, pita meter, phi band, tally sheet, alat tulis dan kamera. Petak contoh terdiri dari petak setelah pembakaran satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, dan lima tahun yang luasnya masing-masing 25 m². Pada masa sebelum pembakaran (Setyorini, 2002), lokasi ini didominasi oleh pohon pada tingkat semai dan pancang, sedangkan pada tingkat tiang hanya ada 18 jenis serta pada tingkat pohon hanya terdapat jenis puspa (Schima wallichii) dan Kopo (Syzygium pycnanthum). Dari semua tingkat tersebut Puspa merupakan jenis yang mendominasi dengan nilai INP yang terbesar yakni 60,24 % pada tingkat pohon. Lokasi penelitian ini ditumbuhi oleh tumbuhan bawah sebanyak 19 jenis (Setyorini, 2002). Tumbuhan bawah yang paling dominan adalah Rumput Kawat (Cynodon dactylon) dengan nilai INP sebesar 84.84%...dst
Collections
- UT - Forest Management [3207]
