Hubungan produksi dan faktor produksi unit penangkapan jaring kejer di Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon
Abstract
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gebang Mekar merupakan salah satu basis
penangkapan rajungan terbesar di Kabupaten Cirebon. Alat tangkap yang umum digunakan
nelayan Gebang Mekar untuk menangkap rajungan (Portumus pelagicus) adalah teknologi
penangkapan dengan bottom set gillnet atau oleh nelayan Gebang Mekar disebut jaring
kejer tetapi penggunaan alat tangkap tersebut diduga belum efisien. Efisiensi penggunaan
faktor-faktor produksi sangat diperlukan dalam proses produksi agar tidak terjadi
pemakaian faktor produksi yang terlalu berlebih atau kurang. Penelitian ini bertujuan untuk
Menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap tingkat produksi
rajungan di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon. Menentukan model hubungan
faktor-faktor produksi dengan produksi pada unit penangkapan jaring kejer di Desa Gebang
Mekar, Kabupaten Cirebon. Mengestimasi nilai faktor-faktor produksi yang optimal dengan
pendekatan efisiensi harga agar tercapai keuntungan yang maksimal pada usaha
penangkapan jaring kejer di Desa Gebang Mekar. Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini dilakukan di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon pada bulan Juli sampai dengan September 2006. Data yang dikumpilkan adalah data primer dan data sekunder. Efisiensi usaha penangkapan rajungan dengan menggunakan unit penangkapan jaring kejer untuk satu kali trip menggunakan pendekatan fungsi Cobb-Douglas.
Faktor produksi yang diduga berpengaruh terhadap produksi rajungan adalah tenaga kerja (X), bahan bakar (X2), ukuran perahu (X), jumlah jaring (X.) dan daya mesin (X,). Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi rajungan dengan taraf nyata 95% adalah tenaga kerja, bahan bakar dan jumlah jaring.
Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa alokasi penggunaan faktor-faktor produksi usaha unit penangkapan jaring kejer di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon secara keseluruhan belum efisien, dikarenakan tingkat penggunaan input belum optimal sehingga keuntungan maksimum belum tercapai. Berdasarkan hasil perhitungan pada kondisi optimal maka penggunaan faktor produksi tenaga kerja 5 orang, bahan bakar 19 liter, dan jumlah jaring 22 ting-ting sehingga perolehan keuntungan usaha penangkapan rajungan dengan jaring kejer di Gebang Mekar masih dapat ditingkatkan.
